Home / Seputar Polresta / Sabu Tertinggal dan Dipakai di Room Karaoke Hotel Rian Cottage Sukarami Jadi Motif Didi Habisi Nyawa Aan

Sabu Tertinggal dan Dipakai di Room Karaoke Hotel Rian Cottage Sukarami Jadi Motif Didi Habisi Nyawa Aan

Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Hermansyah saat menginterogasi tersangka Faridi alias Didi. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pasal Narkoba jenis sabu menjadi motif pembunuhan korban Aan Yohinzer (35), yang tewas usai ditikam di Room Karaoke Nomor 231 Hotel Rian Cottage Jalan Perindustrian II Sukarami Palembang.

Hal ini terungkap setelah pelaku penusukan korban, yakni tersangka Faridi alias Didi (37), warga Sekojo Kecamatan IT II Palembang menyerahkan diri ke Mapolsek Sukarami Palembang.

Tersangka Faridi alias Didi, Rabu (6/11/2019) mengatakan, penikaman yang dilakukannya terhadap korban dikarenakan dirinya kesal. Sebab, saat kejadian korban memakai atau mengkonsumsi sabu miliknya yang tertingal di atas meja Room Karaoke Nomor 231 Hotel Rian Cottage.

“Satu paket kecil sabu milik saya tertingal di atas meja room karaoke di hotel tersebut. Saat saya kembali untuk mengambilnya, ternyata sabu milik saya tersebut sudah habis dipakai korban di dalam room karaoke itu,” katanya.

Diungkapkannya, karena itulah kemudian dirinya meminta agar korban menggantinya. Namun ternyata perkataanya itu membuat terjadinya selesih paham hingga berujung perkelahian.

“Saat berkelahi dengan korban di dalam room karoeke tersebut, dua teman korban yang ada di lokasi membantu korban. Sehingga saya dikeroyok, karena itulah saya langsung mengeluarkan obeng milik saya yang sudah dimodifikasi dan langsung saya tusukan ke tubuh korban sebanyak satu kali, setelah itu saya kabur dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk sabu miliknya yang digunakan korban tersebut didapatkannya dengan cara membelinya kepada seseorang yang tak dikenal di kawasan Jalan Kol H Burlian Palembang.

“Paket sabu itu saya beli seharga Rp 100 ribu. Usai membeli sabu saya ke hotel tersebut hingga bertemu korban. Setelah itu kami masuk ke ruang karoake untuk mendengarkan musik. Tak lama kemudian, saya pun keluar, namun ketika di perjalanan ternyata sabu milik saya tadi tertinggal di meja di dalam room karaoke tersebut. Sehingga saya kembali lagi untuk mengambilnya, namun disaat tiba di lokasi ternyata sabu itu sudah habis dipakai oleh korban. Hal inilah yang menjadi awal kejadian saya menusuk korban,” jelasnya.

Baca Juga :   Mark-Up Agunan, PT GI Terima Rp 15 Miliar dari Bank Sumsel Babel

Masih dikatakan tersangka, jika dirinya dan korban sudah lama berteman. Dari itulah ia kerap nongkrong di hotel tersebut, bahkan saat pagi hari dirinya dan korban juga sering menghibur diri di dalam room karoeke yang ada di Hotel Rian Cottage tersebut.

“Sebenarnya saya dan korban masih keluarga. Sebab istri korban merupakan sepupu saya. Nah, karena korban kerja di hotel itu makanya saya sering berkunjung ke sana, apalagi pekerjaan sehari-hari saya ojek pangkalan sehingga saya sering mangkal di depan hotel itu,” terangnya.

Dilanjutkannya, jika dirinya sudah sekitar satu tahun lebih menjadi pengguna Narkoba.

“Selama menjadi pengguna Narkoba saya juga sering mengkonsumsi sabu di room karoeke yang ada di Hotel Rian Cottage tersebut,” tandas tersangka.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Hermansyah mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan berdasarkan keterangan tersangka, adapun motif penusukan korban yakni pasal Narkoba jenis sabu.

“Ketika kejadian korban memakai sabu milik tersangka hingga membuat tersangka tidak senang dan langsung memukul korban. Karena saat kejadian korban melakukan perlawanan sehingga tersangka menusuk korban dengan obeng yang sudah dimodifikasi sebanyak satu kali. Akibatnya, korban meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit,” pungkas Kanit.

Diberitakan sebelumnya, Aan Yohnizer (35), warga Jalan Rimba Kemuning Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang, Minggu pagi (27/10/2019) pukul 08.15 WIB, tewas usai ditikam oleh pelaku di dalam Room Karaoke Nomor 231 Hotel Rian Cottage, yang berlokasi di Jalan Perindustrian II Sukarami Palembang.

Baca Juga :   Kasus Tewasnya Mahasiswa Unitas Palembang, 3 Panitia Pra Diksar Menwa Jadi Tersangka

Zuliza (43), kakak korban saat itu mengatakan, jika korban dan dirinya bekerja di Hotel Rian Cottage tersebut sebagai sopir. Saat kejadian ia bersama korban sedang duduk bersebelahan di ruang karaoke sembari mendengarkan musik.

“Tiba-tiba datang ‘DI’ (tersangka Faridi alias Didi) masuk ke ruang karaoke dan duduk di bersebelahan dengan adik saya Aan. Karena suara musik di ruangan tersebut besar, jadi saya tidak mendengar apa yang dibicarakan adik saya dan pelaku, lalu tiba-tiba korban bergulat dengan pelaku dan saat itulah adik saya perutnya ditusuk ‘DI’,” katanya kala itu.

Terpisah, Erlan Aspiudin selaku pemilik Hotel Rian Cottage mengatakan, jika Hotel Rian Cottage beserta karaoke miliknya tersebut sudah sejak lama dipercayakannya dikelolah oleh orang lain.

“Jadi, saya tidak langsung yang mengelolah Hotel Rian Cottage dan karaoke itu. Adapun pengelolahnya yakni Linda,” katanya saat dihubungi Suara Nusantara, Minggu sore (27/10/2019).

Sedangkan terkait adanya penikaman terhadap korban Aan Yohnizer hingga membuat korban meninggal dunia, Erlan mengaku tidak mengetahui persir kejadian itu. Namun dirinya selaku pemilik hotel memang sudah mendapat informasi dan laporan kejadian tersebut.

“Korban itu bukan pegawai saya dan juga bukan pegawai di hotel saya. Korban berada di hotel karena masih keluarga dari pengelolah hotel hingga selama ini korban memang sering nongkrong di sana,” tegasnya.

Lebih jauh diungkapkan, bahkan dari informasi yang diterimanya jika antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga.

“Jadi keduanya itu masih sama-sama keluarga. Kemungkinan saat kejadian mereka salah paham, lalu pelaku nakut-nakuti nujah namun ternyata terjadi kejadian yang berbahaya tersebut. Dengan adanya kejadian ini, saya selaku pemilik hotel dan karaoke menyerahkan pristiwa ini ke pihak kepolisian. Dan kalau pun polisi mau memanggil saya jadi saksi, saya siap diambil keterangan. Tapi yang jelas terkait kejadian itu saya benar-benar tidak tahu kejadiannya seperti apa,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Forum Persatuan Pecinta Habib dan Ulama Kota Palembang, Jumat (15/11/2019) melaporkan ‘DS’, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.