Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Saham AS Jatuh, Emas Berjangka Ditutup Melonjak 13,20 Dolar

Ilustrasi: harga emas turun (Foto-ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Chicago, KoranSN

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup dua digit lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis (30/1/2020) atau Jumat (31/1/2020) WIB, dipicu penurunan tajam saham-saham di Amerika Serikat (AS) dan pelemahan dolar, menyusul meningkatnya kekhawatiran atas Virus Corona dan data ekonomi suram.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April melonjak 13,20 dolar atau 0,84 persen, menjadi menetap di 1.589,20 dolar per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka paling aktif untuk pengiriman Februari naik tipis 0,60 dolar AS atau 0,04 persen menjadi 1,570,40 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Komposit Nasdaq semua turun sebelum penyelesaian transaksi emas.

Ketika ekuitas membukukan kerugian, emas biasanya naik karena investor harus mengalihkan dana-dananya ke aset-aset yang dianggap lebih aman seperti emas.

Baca Juga :   Pertamina Spiritual Marketing, Program Rahmatan Lil’Alamin

Dukungan tambahan datang dari melemahnya dolar AS. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,15 persen menjadi sekitar 97,85 pada Kamis (30/1/2020).

Harga emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun, harga emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, ekonomi Amerika gagal mencapai target pertumbuhan Pemerintah Trump sebesar tiga persen untuk tahun kedua berturut-turut karena kemerosotan dalam investasi bisnis semakin dalam di tengah-tengah ketegangan perdagangan yang merusak.

Departemen Perdagangan melaporkan, Pertumbuhan pembelanjaan konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, melambat ke laju 1,8 persen setelah naik pada tingkat 3,2 persen di kuartal ketiga.

Baca Juga :   Grand Zuri Lahat Hadirkan Menu Steak Lezat

Pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) menjadi faktor penting dalam kebijakan Federal Reserve, dan ekspektasi penurunan suku bunga pada Maret naik dari 7,2 persen kemarin menjadi 17,7 persen hari ini, menurut alat FedWatch CME Group.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 50,50 sen atau 2,89 persen, menjadi ditutup pada 17,992 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April terangkat 5,20 dolar AS atau 0,53 persen, menjadi menetap pada 980,50 dolar AS per ounce. (Antara/reuters/ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

OJK Dorong Inklusi Keuangan Pelajar

Jakarta, KoranSN Otoritas Jasa Keuangan terus meningkatkan sinergi bersama industri perbankan, kementerian dan pemerintah daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.