Home / Headline / Sakit Hati Dibilang Jelek Jadi Motif Pelaku Bunuh Calon Pendeta di OKI

Sakit Hati Dibilang Jelek Jadi Motif Pelaku Bunuh Calon Pendeta di OKI


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Tersangka Nang (duduk di kursi) saat diamankan di Mapolda Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Polres OKI diback-up Polda Sumsel akhirnya berhasil menangkap dua pelaku kasus pembunuhan calon pendeta perempuan, yang jenazahnya ditemukan di areal kebun sawit di Kabupaten OKI.

Saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel, pelaku Nang (20) membeberkan motif dirinya menghabisi nyawa korban secara sadis.

Diakui tersangka Nang jika dirinya memang kenal dengan korban, bahkan ia mengaku sebelumnya senang dan suka terhadap korban sejak pertama melihat korban.

“Tapi saya belum menyampaikan kepadanya kalau saya menyukai dia (korban). Sebab ketika saya mencoba mendekati korban, saat itu kami cekcok mulut dan korban bilang, kalau saya ini jelek. Sejak saat itulah saya sakit hati kepada korban,” katanya.

Masih dikatakan tersangka Nang, karena sakit hati dan dendam tersebutlah membuat dirinya berencana untuk memperkosa korban.

“Satu minggu saya merencanakan untuk memperkosa korban, hingga akhirnya saya mengajak satu teman saya (pelaku anak di bawah umur) untuk menghadang dan memperkosa korban di lokasi kejadian,” ujarnya.

Baca Juga :   4 Kali Sidang Dana Hibah Ditunda, Hakim: Semuanya Jadi Repot

Diungkapkan pelaku Nang, dalam melancarkan aksinya dirinya meletakan balok kayu di tengah jalan, tempat korban melintas dari pasar.

“Ketika kejadian kami menggunakan sarung menutupi wajah agar korban tidak mengenali. Nah, saat kejadian korban melintas dengan sepeda motor lalu berhenti, karena di jalan tersebut kami pasang balok kayu. Saat itulah kami mendekati korban, lalu tangan dan kaki korban saya ikat menggunaan ban dalam bekas. Kemudian korban saya seret ke dalam kebun sawit,” paparnya.

Lebih jauh dikatakannya, di dalam kebun sawit tersebutlah dirinya berusaha memperkosa korban.

“Namun, saat akan diperkosa ternyata korban lagi datang bulan, sehingga kami hanya mencabuli korban saja,” ungkapnya.

Lanjut tersangka, ketika korban dicabuli ternyata ikatan tangan korban lepas hingga korban menarik penutup wajah satu pelaku lainnya.

Baca Juga :   Terlibat Begal Sadis, Oknum Pelajar Dibekuk

“Karena penutup wajah teman saya lepas maka korban melihat wajah teman saya. Dari itulah korban kami cekik hingga korbanpun tewas,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakanya, jika dirinya dan satu pelaku lainnya baru sekitar enam bulan tinggal di kawasan tersebut.

“Kami tinggal di sana karena bekerja sebagai buruh pemotongan sawit di perusahaan perkebunan sawit. Sedangkan asal kami dari Bukit Tinggi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah korban ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki terikat ban bekas, Selasa (26/3/2019) pukul 04.30 WIB di area kebun sawit di Kabupaten OKI.

Bahkan saat ditemukan jenazah korban tanpa mengenakan busana. Usai ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum.

Dari hasil penyelidikan kasus ini, akhirnya Polres OKI diback-up Polda Sumsel menangkap dua pelaku pembunuhan korban, mereka yakni; tersangka Nang dan satu pelaku lagi merupakan anak di bawah umur berusia 18 tahun. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Ibu Bunuh Anak Lalu Bunuh Diri di IB I Diduga Alami Gangguan Psikologis

Palembang, KoranSN Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Kamis (18/4/2019) mengatakan, berdasarkan pemeriksaan dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.