Home / Lacak / Saksi Dugaan Penipuan Calon Jamaah Umroh Abu Tours, 2 Pejabat Kemenag Dicecar 25 Pertanyaan

Saksi Dugaan Penipuan Calon Jamaah Umroh Abu Tours, 2 Pejabat Kemenag Dicecar 25 Pertanyaan

Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Palembang Periode 2018-2023
Kantor abu tour tampak disegel dengan garis polisi. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasubag Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel, Saefudin dan Kasi Haji dan Umroh, Kuwat Sumarno, Selasa (20/2/2018) menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus penipuan keberangkatan calon jamaah umroh yang diduga dilakukan oleh pihak Travel Abu Tours.

Dalam pemeriksaan tersebut keduanya dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik.

“Ya, dalam pemeriksaan tersebut, saya dan Kasi Haji dan Umroh, Kuwat Sumarno diajukan 25 pertanyaan terkait regulasi dan izin Kantor Abu Tour Palembang,” kata Kasubag Humas, Saefudin didampingi Kasi Haji dan Umroh Kemenag Provinsi Sumsel, Kuwat Sumarno usai menjalani pemeriksaan.

Diungkapkan Saefudin, dalam pemeriksaan tersebut dirinya juga menyampaikan kepada penyidik, jika Kemenag Provinsi Sumsel memiliki tugas dan fungsi memberikan izin kepada para travel jamaah umroh. Bahkan hal tersebut teruang dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015, Pasal 8.

“Dalam Peraturan Menteri Agama tersebut mengatur jika perusahaan travel umroh yang akan membuka cabang di daerah, misalnya seperti; Abu Tour yang berpusat di Makassar kemudian membuka Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Seharusnya memiliki izin dari Kemenag Provinsi Sumsel dulu sebelum mereka melakukan oprasional. Namun ternyata, hingga saat ini mereka tidak memili izin tersebut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, jika pihaknya tidak mengetahui persis terkait kegiatan keberangkatan umroh yang dilakukan oleh Abu Tours Cabang Palembang selama ini.

Kasubag Humas Kemenag Provinsi Sumsel, Saefudin dan Kasi Haji dan Umroh Kemenag Provinsi Sumsel, Kuwat Sumarno saat dicecar 25 pertanyaan. (Foto-Dedy/Koransn)

“Kami kan hanya bertugas memberikan regulasi dan izin. Memang, sebelum dugaan kasus ini mencuat, ada pihak Abu Tours datang guna menanyakan persyaratan izin oprasional. Kemudian diberikan syarat-syaratnya, lalu mereka pergi. Semenjak saat itu hingga sekarang, tidak ada pihak Abu Tours yang kembali menyarahkan syarat-syarat untuk membuat izi oprasional ke kami, jadi mereka tidak ada izin. Sedangkan untuk persyaratan berkas keberangkatan para umroh selama ini, kami tidak memberikan rekomendasi. Sebab, semuanya pihak Abu Tours yang mengurusnya sendiri sampai para calon jamaah diberangkatkan umroh,” tandasnya.

Sementara Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro mengatakan, pemeriksaan terhadap dua pejabat Kemenag Provinsi Sumsel tersebut dilakukan untuk menanyakan seputar regulasi atau izin oprasional Abu Tours Cabang Palembang.

“Keduanya kami periksa sebagai saksi. Dalam pemeriksaan penyidik mengajukan seputaran regulasi dan perizinan Abu Tours Palembang,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Kasubag Humas Kemenag Provinsi Sumsel, Saefudin dan Kasi Haji dan Umroh Kemenag Provinsi Sumsel, Kuwat Sumarno tiba di Mapolda Sumsel dan menjalani pemeriksaan di ruang pemeriksaan Unit V Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel.

Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, pemeriksaan keduanya selesai lalu kedua pejabat Kemenag Sumsel tersebut keluar dari ruang pemeriksaan dan meninggalkan Polda Sumsel. (ded)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Bos Travel Umroh Raup Rp 20 Miliar dari Menipu 1000 Calon Jamaah Umroh & Haji di Sumsel

Palembang, KoranSN Tersangka Faorita alias Rita (47), yang merupakan Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya meraup ...

error: Content is protected !!