Home / Lacak / Sandera Pelayan Warung Makan di Sungai Lumpur OKI, Pelaku Dimassa

Sandera Pelayan Warung Makan di Sungai Lumpur OKI, Pelaku Dimassa


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Ilustrasi. (foto-net)

Kayuagung, KoranSN

Untung (33), warga Sungai Kong Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI nyaris tewas diamuk massa, pasca menyandera sejumlah korban tanpa alasan jelas, Senin pagi (15/4/2019). Amuk massa ini terjadi di warung makan milik Seli di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal Kabupaten OKI.

Sebelum dimassa, tersangka juga melukai anggota Polairud Polres OKI Bripka Yohanes.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat ada satu speedboat mampir ke dermaga yang ada di rumah makan milik Seli. Lalu turun satu orang laki- laki membawa pisau di tangan kanannya, sambil menyandera satu orang anak kecil.

Setelah laki-laki tersebut masuk ke dalam rumah makan, tiba-tiba langsung menyandera dua orang perempuan yang merupakan pelayan rumah makan, dan sandera anak kecil tadi dilepaskan pelaku.

Lalu laki laki tersebut hanya membawa satu orang saja pelayan yang disanderanya ke dalam los yang berada di depan rumah makan. Melihat ada pelayannya disandera oleh orang tak dikenal, maka pemilik rumah makan Seli langsung menelpon Bripka Yohanes, untuk memberitahukan ada kejadian tersebut, serta meminta kepada Bripka Yohanes datang ke TKP untuk mengamankan tersangka dan korban yang disanderanya.

Baca Juga :   Polsek Talang Ubi Tangkap Pelaku pencurian Minyak

Akan tetapi, pada saat itu warga juga sudah ramai mengepung pelaku.

Saat Bripka Yohanes tiba di TKP, ia langsung mendekati pelaku yang sedang menyandera satu orang perempuan sambil memegang pisau di tangan kanannya. Pada saat yang bersamaan datang juga di TKP dua personil petugas lainnya untuk membantu Bripka Yohanes.

Ketika hendak diamankan, pelaku sempat mengatakan kepada Bripka Yohanes agar dirinya segera diamankan di Pos Airud, dan dijawab Bripka Yohanes jika mau diamankan ke Pos Airud, harus melepaskan perempuan yang disandera.

Lalu setelah itu tersangka melepaskan sanderanya, kemudian Bripka Yohanes langsung memegang tangan kiri tersangka dan meminta agar pelaku melepaskan pisau yang ada di tangan kanannya. Karena tersangka tidak mau melepaskan pisau maka Bripka Yohanes menendang tersangka, lalu seketika itu tersangka mengamuk sambil mengayunkan pisaunya hingga mengenai kening kanan dan tangan kanan Bripka Yohanes.

Baca Juga :   Diduga Pesta Sabu, Oknum Kades Ditangkap

Setelah itu pelaku melarikan diri dan dikejar warga yang berkumpul di TKP, pelaku kemudian lompat ke sungai bersama pisaunya yang jatuh ke sungai.

Petugas lainnya yang ada di TKP saat melihat tersangka melompat ke sungai langsung meminta tersangka segera naik sambil mengacungkan senjata laras panjang, lalu tersangka langsung naik dan ketika itulah pelaku langsung dipukuli massa yang sudah berkumpul sehingga mengakibatkan tersangka mengalami luka memar.

Untuk Bripka Yohanes kini dirawat di Puskesmas Tulung Selapan. Sedangkan untuk pelaku yang menyandera telah diamankan, dan sebelumnya pelaku juga sempat dibawa ke Puskesmas Desa Pantai Harapan.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra SH SIK MM mebenarkan kejadian itu. “Kini kami masih melakukan penyelidikan alasan penyanderaan, karena pelaku bungkam,” tandasnya. (iso)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.