Satgas Money Politic Bidik ‘Serangan Fajar’ dan Paslon Bagi Sembako

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (Foto-dok/Dedy/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (30/1/2018) menegaskan, Satgas Money Politic Polda Sumsel yang berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membidik ‘serangan fajar’ dan pasangan calon (Paslon) kepala daerah yang membagikan Sembako pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 di Sumsel.

Dijelaskan Kapolda, dalam penindakannya, Satgas Money Politic ini akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap siapa pun yang terbukti melakukan money politic kepada warga masyarakat, dengan tujuan mempengaruhi warga agar memilih salah satu pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada serentak.

“Satgas Money Politic ini akan melakukan tindakan dengan OTT kepada siapa pun yang melakukan ‘serangan fajar’ atau yang artinya; memberikan uang kepada masyarakat saat fajar sebelum penjoblosan suara dilakukan, yang tujuannya agar warga memilih salah satu pasangan calon kepala daerah. Bukan hanya itu, Paslon yang membagikan barang ataupun Sembako dengan tujuan untuk mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan hak suara, tentunya juga akan ditindak oleh Satgas ini,” jelas Kapolda.

Baca Juga :   HD Gelontorkan Rp 7,7 M Bantu Puluhan Desa Persiapan

Dijelaskan Kapolda, adapun sanksi untuk pihak-pihak yang tertangkap OTT oleh Satgas Money Politic yakni berupa pidana. Bahkan jika terbukti pemberian money politic kepada masyarakat bersifat sangat masiv maka KPU dan Panwaslu dapat membatalkan Paslon kepala daerah yang melakukan money politic tersebut.

“Dari itulah dalam penindakannya Satgas Money Politic ini juga berkoordinasi dengan KPU dan Panwaslu,” ungkapnya.
Lebih jauh Kapolda menjelaskan, selain Satgas Money Politic, Polda Sumsel dan TNI juga telah membentuk Satgas Nusantara yang memiliki tugas mendinginkan suasana politik di Sumsel.

“Pada 12 Februari nanti KPU akan mengumumkan penetapan Paslon kepala daerah baik Pilkada maupun Pilgub Sumsel. Usai penetapan ini maka suasana politik di Sumsel akan memanas. Disinilah Satgas Nusantara berperan, dimana Satgas ini akan berkoodinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mendinginkan suhu politik yang memanas dengan melakukan pendekatan dan komukasi yang baik,” terang Kapolda.

Baca Juga :   Sekolah Gratis Masih Berjalan!

Selain itu, lanjut Kapolda, dalam pengamanan Pilkada serentak se-Indonesia dirinya selaku Kapolda telah melakukan rapat pimpinan di Mabes Polri. Hasil rapat tersebut diketahui dari 17 provinsi yang melaksakan Pilkada serentak, Sumsel menduduki peringkat ke 12 daerah yang rawan.

“Bahkan untuk tingkat kerawanan Pilkada kabupaten, Pagaralam menduduki kerawanan peringkat ke-4, Empat Lawang peringkat ke-9 dan Lubuk Linggau peringkat ke-10. Kerawanan ini dinilai dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya, jangkauan lokasi yang jauh serta ganguan Kamtibmas. Dari itulah saat pelaksanaan Pilkada serentak ini, Pagaralam, Empat Lawang dan Lubuk Linggau jumlah anggota pengamannya akan kami pertebal,” tandas Kapolda. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Launching Aplikasi Sumsel Mall, Herman Deru Dukung Perkembangan UMKM

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru melaunching aplikasi Sumsel Mall. Aplikasi belanja …