Home / Seputar Polresta / Satu Keluarga di Sukarami Keracunan Asap Genset, 1 Tewas 2 Kritis

Satu Keluarga di Sukarami Keracunan Asap Genset, 1 Tewas 2 Kritis

Korban Sri Wulandari saat dirawat di RSMH Palembang. (Foto-Polsek Sukarami)

Palembang, KoranSN

Pasangan suami istri, Dedi Susanto (32) dan Sri Wulandari (29), serta anak laki-laki mereka yang berusia 10 tahun keracunan asap dari mesin genset yang berada di dalam kediaman korban di Perumahan Putra Mas Residen Jalan Rawa Jaya Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang.

Akibatnya, Dedi Susanto dan Sri Wulandari kondisinya kritis dan kini dirawat di RSMH Palembang, sementara anak mereka tewas di lokasi kejadian.

Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Rivanda, Senin (10/6/2019) mengatakan, para korban yang merupakan satu keluarga ini diketahui keracunan asap genset oleh warga sekitar, Minggu kemarin (9/6/2019). Dari kejadian tersebut, korban Dedi Susanto dan Sri Wulandari sampai saat ini dirawat di RSMH Palembang, sedangkan untuk anak korban yang masih duduk di kelas 4 SD meninggal dunia.

“Rumah korban ini belum ada listrik, jadi untuk penerangan korban menggunakan genset di dalam rumah mereka. Akibatnya ketiga korban keracunan asap genset tersebut. Terkait kejadian ini, kami juga belum mengambil keterangan dari korban Dedi Susanto dan Sri Wulandari, sebab keduanya kini masih dalam penanganan insentif pihak rumah sakit,” ungkap Kapolsek.

Baca Juga :   Kepergok, Pencuri Motor Diamuk Warga

Sementara Anton Sawiran (33), kakak dari korban Sri Wulandari mengatakan, jika dirinya yang mendobrak pintu rumah korban dikarenakan korban dan keluarga tak kunjung keluar rumah.

“Saat itu saya curiga adik saya Sri Wulandari bersama suami dan anaknya tidak keluar-keluar rumah. Ketika diketuk pintu rumahnya, tidak ada jawaban hingga saya mendobrak pintu rumah tersebut,” ujarnya saat mengurus jenazah anak Dedi Susanto dan Sri Wulandari yang divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Masih dikatakannya, usai pintu rumah korban terbuka lalu dirinya masuk ke dalam rumah, dan ketika itulah dirinya melihat korban Dedi Susanto dan Sri Wulandari serta anaknya tergeletak di atas tempat tidur.

“Dari mulut ketiga korban mengeluarkan cairan muntah, bahkan ketiganya tidak sadarkan diri sehingga saya memanggil warga sekitar.Kemudian saat diperiksa, ternyata anak korban sudah meninggal dunia. Sementara untuk adik saya Sri Wulandari dan suaminya Dedi Susanto kritis, sehingga keduanya dilaraikan ke rumah sakit,” terangnya.

Diungkapkannya, memang di kawasan tempat tinggal korban belum ada listrik hingga warga sekitar terpaksa menggunakan genset untuk alat penerangan.

Baca Juga :   Hari Ini 5 Komisioner KPU Palembang Diagendakan Diserahkan ke Jaksa

“Kalau penyebabnya saya tidak tahu persis, namun memang mesin genset di rumah korban diletakan di dalam rumah. Hal ini berbeda dengan saya dan warga lainnya, yang kebanyakan meletakan mesin genset di luar rumah,” ungkapnya.

Sedangkan Naim (54), ayah dari korban Sri Wulandari mengungkapan, dirinya tidak mengetahui pasti kejadiannya, sebab ia mendapatkan kabar setelah para korban berada di rumah sakit.

“Kalau rumah saya di Betung, jadi saya dapat kabar duka ini usai kejadian. Kini putri saya Sri Wulandari dan suaminya Dedi Susanto masih dirawat di RSMH Palembang, sementara untuk anak mereka yang meninggal dunia akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di Desa Mendis Bayung Lencir Muba,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kompol dr Mansuri menjelaskan, dari hasil visum luar terhadap jenazah anak dari korban Dedi Susanto dan Sri Wulandari diketahui jika tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Berdasarkan hasil visum kami hanya mendapati ada perubahan warna pada kulit korban. Untuk itu korban meninggal dunia dikarenakan keracunan asap mesin genset,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Kapolda Sumsel: Tindak Tegas Korporasi dan Perorangan Pembakar Lahan

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli, Rabu (18/9/2019) menegaskan, jika Polda Sumsel pasti menindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.