Home / Lacak / Satu Keluarga Selamat dari Kecelakaan Maut Speedboat di Sungai Musi

Satu Keluarga Selamat dari Kecelakaan Maut Speedboat di Sungai Musi


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Speedboat 200 PK merk Haras Grup yang sempat karam usai dievakuasi ke pinggir Sungai Musi tepatnya di kawasan Mariana Banyuasin. (foto-ditpolair polda sumsel)

Palembang, KoranSN

Ketegangan masih terlihat dari wajah pasangan suami istri Budi (30), dan Usnaini (25), yang merupakan korban selamat dari kecelakaan maut Speedboat 200 PK merk Awet Muda yang hancur usai menabrak Pohon Pedado di pinggiran Sungai Musi.

Saat ditemui di sal perawatan Kamar Cendana 1 Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Selasa (19/3/2019) Budi mengatakan, dirinya tidak menyangka kalau ia dan keluarganya, yakni istri dan anak perempuannya yang berusia satu tahun yang ketika itu duduk berdampingan di dalam Speedboat Awet Muda berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.

“Saya bersama istri dan anak saya naik speedboat dari Karang Agung. Tujuan kami mau ke Palembang untuk membawa anak saya berobat di rumah sakit, karena beberapa hari ini panasnya naik turun. Namun saat di perjalanan speedboat yang kami tumpangi menabrak pohon hingga hancur, bahkan informasi yang kami dapatkan usai kejadian terdapat 7 korban meninggal dunia dari kecelakaan itu,” katanya.

Diungkapkannya, ketika kejadian dirinya yang sedang melihat pemadangan perairan Sungai Musi dari dalam speedboat, dikagetkan dengan suara benturan keras hingga membuatnya tertunduk, dan saat itulah dirinya melihat speedboat yang ditumpanginya hancur.

Baca Juga :   Kapolresta : Palembang Aman Dari Terorisme

“Anehnya, walaupun speedboat hancur dan tutup atasnya lepas. Namun untuk tempat duduk yang diduduki saya bersama istri dan anak saya tidak hancur. Jadi, di atas air itu hanya kami bertiga yang masih duduk di bangku penumpang, sementara penumpang lainnya terpelanting ke air karena bangku yang mereka duduki ikut hancur,” terangnya.

Menurutnya, setelah kecelakaan terjadi dirinya langsung menggendong anaknya yang masih kecil kemudian membawa anak dan istrinya naik ke atas pohon yang berada di dekat lokasi kejadian.

“Tak lama kemudian datang warga dan nelayan menyelamatkan kami. Memang saat kejadian kepanikan terlihat di lokasi, sebab di tempat kecelakaan itu kami melihat ada empat korban meninggal dunia, dan juga ada korban yang terluka parah,” ujarnya.

Lanjut Budi, kini dirinya bersama istri dan anaknya masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Kalau saya terluka di bagian tangan, sementara istri saya terluka di bagian kening dan hidungnya. Sedangkan anak kami hanya luka lecet biasa,” tandasnya.

Sementara Kasubag Umum dan Pegawai Dinas Sosial Pemkab Banyuasin, M Rohman Dona saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara mengungkapkan, jika dirinya diutus Pemkab Banyuasin untuk mengurus korban yang terluka dan korban yang meninggal dunia.

“Kalau korban terluka yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara ini ada tiga orang yang merupakan satu keluarga. Mereka yakni; Budi, Usnaini dan anaknya. Ketiga korban ini merupakan warga Banyuasin,” terangnya.

Baca Juga :   Percobaan Bunuh Diri, IRT Nyaris Loncat Dari Atas Jembatan Ampera

Masih dikatakannya, sementara untuk korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut hanya dua jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Total korban yang tewas itukan ada 7 korban. Namun jenazah yang dibawa ke rumah sakit hanya dua jenazah, sementara untuk jenazah korban yang lainnya dibawa keluarga untuk dimakamkan usai kecelakaan terjadi,” katanya.

Lebih jauh diungkapkannya, adapun identitas dua jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang usai kecelakaan Speedboat merk Awet Muda terjadi, yakni Sopian dan Muhidin.

“Tapi untuk jenazah Muhidin, Senin malam (18/3/2019) sekitar pukul 22.00 WIB telah dibawa pulang keluarganya ke Karang Agung. Sehingga saat ini yang jenazah yang masih berada di rumah sakit yakni korban Sopian, warga Gunung Batu Kabupaten Cilacap. Korban Sopian ini, tadinya warga Karang Agung Banyuasi namun sudah pindah domisili ke Cilacap. Dari itulah saat ini kami masih menunggu pihak keluarganya untuk menyerahkan jenazah almarhum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Speedboat 200 PK merk Awet Muda yang ditumpangi sekitar 20 penumpang, Senin (18/3/2019) pukul 10.30 WIB menabrak Pohon Pedado di pinggiran Sungai Musi, tepatnya di perairan Jalur 10 Desa Upang Jaya Kabupaten Banyuasin. Akibatnya kejadian ini body speedboat hancur dan 7 korban meninggal dunia. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.