Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Satu Minggu 90 Ha Lahan Terbakar

Petugas dan relawan berjibaku memadamkan lahan yang terbakar. (foto-ist)

Musirawas, KoranSN

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terparah di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) sudah tercatat mencapai 90 hektar untuk di wilayah Kecamatan Muara Kelingi.

“Paling parah Karhutla untuk satu minggu ini, banyak laporan di Muara Kelingi diantaranya di Pulau Panggung, Binjai dan Mekar Sari. Kurang lebih 90 hektar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Paisol melalui Kasi Kedaruratan dan Logisitik, Eko Sepriwan, Kamis (12/9/2019).

Selain itu, BPBD juga mencatat sejak 29 Juli hingga 6 September sudah 25 hektar lahan yang terbakar dan dipadamkan. Ke 25 hektar lahan yang terbakar itu tersebar diwilayah Muara Lakitan, Tuah Negeri, Muara Beliti, Terawas, Tugumulyo dan Purwodadi.

Baca Juga :   Belasan Kendaraan Diamankan

“Rata-rata kebakaran lahan kebanyakan dari masyarakat yang mungkin bersihkan kebun, karena tidak ditunggu, sehingga merambat kelahan lain, ditambah angin,” jelasnya.

Sedangkan penyebab kebakaran, kata Eko, diduga disebakan faktor kelalaian masyarakat. Dimana masyarakat yang membakar sampah atau lahan itu tanpa ditunggu dan dijaga. Sehingga api merambat dan membesar. Dan kondisi itu diperparah pula oleh faktor angin.

“Adapula diduga akibat api rokok, seperti yang terjadi sebagian terawas dipinggir jalan,” ujarnya.

Kemudian untuk hot spot, BPBD Kabupaten Mura mencatat sejak Maret hingga 8 September sudah 161 hot spot yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Mura. Rata-rata lahan yang terbakar kebanyakan ilalang dan perkebunan masyarakat.

Di 2018, Karhutla di Kabupaten Mura menghanguskan sekitar 113 hektar lahan sepanjang musim kemarau.

“Itu yang bisa dipadamkan sepanjang musim kemarau. Tersebar diantaranya Lakitan, Muara Kelingi dan Cecar,” kata Eko.

Baca Juga :   Drainase Pasar Pendopo Memprihatinkan, Pedagang Merugi

“Kendala yang kita hadapi dilapangan luasnya wilayah Mura,” ungkapnya.

Kendala lain yang dihadapi pihaknya yakni kekurangan personel dan kurangnya peran aktif masyarakat disekitar daerah karhutla. Sehingga pihaknya tidak didukung dalam pemadaman.

“Peralatan kita masih dikategorikan minim untuk membackup luasan lahan yang ada di kabupaten mura yang terbakar,” bebernya.

Sejauh ini peralatan yang dipakai BPBD dilapangan diantaranya menggunakan pompa penyedot apung, mesin semprot duduk, mobil tengki, mobil pickup pengangkut peralaan, tengki flexibel dan selang. (rif)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kades Embacang Baru Ilir Turun Tangan Bersihkan Lingkungan

Muratara, KoranSN Kepala Desa (Kades) Embacang Baru Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara turun tangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.