Satu PDP di PALI Meninggal, Proses Pemakaman Gunakan Standar Covid-19

Prosesi persiapan pemakaman jenazah di TPU Talang Pegang. (Foto-Anas/KoranSN)

PALI, KoranSN

Satu pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dikabarkan meninggal dunia, Kamis (21/5/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, pasien berusia 61 tahun, beralamat di Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Sebelum meninggal dunia, PDP tersebut pada tanggal 19 Mei 2020 lalu datang ke RSUD dan langsung ditangani salahsatu tenaga medis. Kemudian diambil darah dan dilakukan ronsen dengan hasil diagnosa sementara adanya gejala Covid-19, sesuai dengan keluhan pasien yang mengalami sesak nafas dan demam.

Kemudian tenaga medis tadi menyarankan untuk dilakukan isolasi selama 14 hari, akan tetapi keluarga dari PDP menolak, dan lebih memilih pulang ke rumah.

Kemudian, pada Rabu 20 Mei 2020 sekira pukul 21.00, PDP tersebut kembali masuk ke UGD dan dirawat, kemudian pada hari Kamis 21 Mei 2020 sekira pukul 14.30 Wib, PDP meninggal dunia.

Sementara itu, dari keterangan resmi Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten PALI, dr Zamir Alvi, SH MKes menuturkan bahwa pasien menderita penyakit lama, yaitu mengidap sakit diabetes komplikasi dengan paru-paru, ada tanda infeksi pada paru-paru setelah dilakukan rontgen, maka ditetapkan sebagai PDP.

Baca Juga :   Anggota Paskibraka Agen Perubahan

Selain itu, ia juga menerangkan diterapkannya standar pemakaman covid-19 dilakukan sebagai antisipasi dalam rangka pencegahan penularan covid-19, kendati PDP tersebut belum diambil sampel swab test.

“Kita sudah rencana untuk pengambilan sample swab tes pasien, namun karena kondisi antrean di BBLK, dikhawatirkan sampel rusak jadi kita tunda pengambilan, hingga pasien dinyatakan meninggal sebelum sampel diambil. Pasien belum diketahui positif Covid atau tidak, tetapi kita menjaga prinsip kehati-hatian,” jelasnya.

Untuk standar pemakaman sendiri, lanjut dr Zamir, pasien selain dibungkus kain kafan juga akan dibungkus plastik berlapis dan menggunakan peti.

“Sesuai protokol kesehatan, pasien kita bungkus dengan kain kafan dan plastik serta menggunakan peti. Sebelum dikebumikan peti juga akan di semprotkan cairan desinfekta terlebih dahulu. Dan hanya petugas yang boleh berada di pemakaman untuk menguburkan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Jembatan Ampera "Menghilang" Ditelan Asap Tebal (foto)

Dijelaskan Jubir Covid-19 PALI, meskipun pasien diketahui memiliki riwayat penyakit yang sudah lama, dan tidak pernah keluar rumah atau bepergian, namun kedepannya akan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pasien.

“Pada intinya kita menjaga prinsip kehati-hatian untuk antisipasi, dan diketahui juga ada salahsatu keluarga pasien yang sering bepergian keluar kota. Bisa saja diduga pasien tertular dari anggota keluarganya. Meskipun hasil belum diketahui kita harus waspada,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan pemerintah dan tetap tenang.

“Kita harap masyarakat tetap tenang, dan tetap mematuhi peraturan dan anjuran pemerintah. Jangan sampai kerja keras kita dalam menangani Covid ini dicederai. Meskipun kita ketahui Covid dapat menyerang siapa saja namun kita tetap harus berusaha,” himbaunya. (ans)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Plt Bupati Muara Enim Sidak Dinas-dinas

Muara Enim, KoranSN Plt. Bupati Muara Enim, H. Juarsah, SH melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.