Home / Foto / Satwa Lindung Illegal Bernilai Ratusan Juta Rupiah Dibakar

Satwa Lindung Illegal Bernilai Ratusan Juta Rupiah Dibakar

SATWA LIAR- BKSDA Provinsi Sumsel membakar sejumlah satwa liar Illegal Offsetan hasil sitaan di halaman kantor BKSDA Sumsel, Rabu (7/2/2018).- Foto Ferdinand Deffriyansyah/koransn /suara nusantara

Palembang, KoranSN

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumsel, Rabu (7/2/2018) memusnahkan barang bukti satwa lindung illegal diawetkan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Pemusnahan barang bukti sepanjang tahun 2016 hingga 2017 ini dilakukan di halaman BKSDA Sumsel dengan cara dibakar. Adapun barang bukti satwa lindung diawetkan yang dimusnahkan tersebut diantaranya; Macan Tutul, Tanduk Rusa, Kulit Kucing Emas, Kulit Harimau dan Kepala Kambing Hutan.

Kepala BKSDA Sumsel, Genman S Hasibuan mengatakan, ada berbagai jenis satwa lindung diawetkan yang dilakukan pemusnahan dengan cara dibakar. Semua barang bukti yang dimusnahkan tersebut diamankan dari hasil sitaan dan juga serahan masyarakat.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti yang dilakukan pihaknya merupakan upaya pemerintah dalam pemberantasan terhadap perdagangan satwa dilindungi di Sumsel. Selain itu, pemusnahan tersebut sebagai bentuk jika pihaknya memastikan akan menindak tegas secara hukum terhadap para pelaku penjarahan satwa lindung yang berada di Sumsel.

Lanjutnya, penindakan tegas kepada para penjarah satwa lindung harus dilakukan, karena para pelakunya sangat mengancam populasi satwa lindung di Sumsel seperti Harimau Sumatera, yang saat ini habitatnya semakin terancam. Sebab, dari data BKSDA, di Sumsel saat ini hanya tinggal tujuh ekor Harimau Sumatera yang semuanya kini berada di kawasan hutan Dangku Muba. (fer/ded)

Publisher : Ferdin Ferdin

Ferdin Ferdin
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

1 Tewas 2 Terluka, Pencuri Mobil Tabrak Kerumunan Warga Kertapati

Palembang, KoranSN Syahril Alamsyah (19), warga Jembatan I Kecamatan Kertapati Kota Palembang nekat menabrakan mobil ...

error: Content is protected !!