SBY Minta Kader Partai Demokrat Kritik Pemerintah dengan Bahasa yang Baik

sby-posisi-sekjen-demokrat-bukan-yang-terpenting-cOeaVhxdcJ

 

Jakarta – Ketua umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya di Rapimnas PD. Dia meminta kader PD kritis ke pemerintah, tapi harus santun.

“Kita punya peran melihat pemerintahan dijalankan. Kalau ada posisi departemen (partai) harus melihat apa yang dilakukan pemerintah,” kata SBY dalam sambutannya di JCC, Jakarta, Sabtu (4/7/2015).

SBY meminta kader PD membantu pemerintah dengan 3 cara. Pertama, seluruh kepala daerah yang berasal dari PD harus loyal pada Presiden. Kedua, partainya mendukung program dan kebijakan pemerintah yang pro rakyat dan tepat sasaran. Ketiga, yakni kader partainya wajib memberi koreksi dan kritik pada pemerintahan jika dirasa tidak tepat sasaran.

Baca Juga :   75 Anggota DPRD Sumsel Dapat THR

“Mengkritik pemerintah harus dilaksanakan secara tepat, terukur dengan bahasa tidak mengganggu martabat Presiden,” lanjutnya.

Berkaca pada pengalamannya menjabat 10 tahun sebagai presiden, ia ingin kader partainya memberi kritik dengan cara yang santun. Ia mengatakan cukup dia saja yang merasakan sebagai Presiden yang kerap dikritisi dengan kata-kata yang tak pantas.

“Cukup sudah saat saya memimpin selama 10 tahun disampaikan dengan sangat berlebihan bahkan sudah pada tahap pendiskreditan,” tegasnya.

“Dengan harapan pemimpin kita serta jajaran menteri kalau mendapat kritik bersedia mendengar. Karena akan bahaya kalau ditanggapi tidak baik,” pungkas SBY.
(bil/tor)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Tersangka Sabu 5 Kg dan Ribuan Butir Ekstasi Doni Dipecat dari Golkar

Palembang, KoranSN Anggota DPRD Kota Palembang yang juga kader Partai Golkar Palembang, Doni secara resmi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.