Home / Gema Sriwijaya / Sebagian Lahan di Bangunan Plaza Lematang Indah Lahat Milik TNI AD

Sebagian Lahan di Bangunan Plaza Lematang Indah Lahat Milik TNI AD

Tampak plang bertulikan Tanah milik TNI-AD CQ.Kodam II/SWJ. (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Sejak diresmikan 24 Desember 2017 lalu, Plaza Lematang Indah di Kabupaten Lahat belum difungsikan. Bahkan informasi terbaru, plaza yang diklaim plaza pertama di Sumsel yang menghadap langsung ke sungai itu, terancam terbengkalai.

Sebab di lahan yang digunakan untuk membangun Plaza Lematang Indah, tanah seluas 161,5 meter merupakan milik TNI AD. Sedangkan lahan seluas 132,8 meter merupakan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat.

Saat ini di bangunan tersebut masih dibiarkan kosong. Sedangkan pihak ketiga sebagai pengelola enggan melakukan aktivitas sebelum Pemkab Lahat menyelesaikan persoalan sengketa lahan itu.

Dandim 0405 Lahat, Letkol CZI Srihartono melalui Kasdim Mayor Inf Derri Syarif membenarkan jika di lahan yang dibangun plaza tersebut, memang ada tanah masih berstatus lahan milik TNI.

Baca Juga :   Calon Panwascam OI Keluhkan Susahnya Soal Tes Tertulis

“Betul (lahan TNI),” jawabnya via Whatsapp.

Sementara Kepala Dinas PUPR Lahat, Ir Lodik Sitompul MM mengakui kesalahan tersebut. Menurutnya, pembangunan tersebut untuk menjadikan bangunan itu sebagai icon Kota Lahat.

Tampak Plaza Lematang Indah di Lahat.

“Karena pembangunan sudah dilakukan maka “nasi sudah jadi bubur”, tinggal bagaimana kita mencari solusi terbaik untuk Lahat,” katanya.

Penyataan tersebut ditepis keras oleh anggota DPRD Lahat, Marwan Ardiansyah. Ia menyebutkan, ide tersebut memang bagus. Hanya saja, regulasi dari pembangunan dianggap tidak ada.

Sedangkan anggota DPRD Lahat, Suhendra menambahkan, jika sebelum dilakukan pembangunan harusnya dituntaskan dulu terkait lahannya.

Baca Juga :   Polsky Sekayu Terus Berbenah

“Harusnya dari awal harus dituntaskan dulu. Jangan dibangun dulu,” ujar Suhendra.

Terpisah, Kadis Perdagangan Kabupaten Lahat, Fikriansyah melalui Kabid Pengolahan Pasar, Abdul Hakim menyatakan, jika tanggal 19 Februari lalu harusnya bangunan itu sudah ditempati. Namun, saat ini syarat dan administrasi belum tuntas.

“Pihak ketiga mau melakukan kerjasama, jika persoalan batas itu sudah selesai. Jadi, belum bisa dipastikan kapan plaza akan difungsikan sebagai tempat kuliner,” ungkapnya. (rob)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Empat Lawang Kerjasama dengan UGM

Empat Lawang, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sepakat ...