Home / Lacak / Sebelum Dibunuh Calon Pendeta di OKI Diancam Pisau Lalu Diseret

Sebelum Dibunuh Calon Pendeta di OKI Diancam Pisau Lalu Diseret

Kedua tersangka ketika memperagakan adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan korban Melindawati. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel, Selasa (21/5/2019) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan calon pendeta Melindawati Zidomi (24), yang jenazahnya ditemukan, Selasa lalu (26/3/2019) di areal perkebunan PT PSM Sungai Baung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Rekonstruksi ini digelar 17 adegan di Lapangan Tembak Mapolda Sumsel yang langsung diperagakan oleh dua pelaku, yakni tersangka Nang (20) dan Hendri (18). Dalam rekonstruksi tersebut terungkap jika sebelum dibunuh, korban sempat diancam pisau lalu diseret pelaku ke dalam hutan.

Terlihat pada adegan awal rekonstruksi, pembunuhan sadis calon pendeta ini, bermula saat korban hendak pulang dari pasar mengendarai sepeda motor membonceng anak tetangganya yang merupakan bocah perempuan berusia 9 tahun.

Kemudian pada adegan selanjutnya, kedua tersangka yang telah merencanakan aksinya meletakan balok kayu di tengah jalan untuk menghadang korban. Lalu, kedua tersangka mengenakan penutup wajah bersembunyi di semak-semak.

Tak lama kemudian korban yang melintasi lokasi menghentikan sepeda motornya lantaran di tengah jalan terdapat balok kayu. Disaat itulah tersangka Nang dan Hendri keluar dari semak-semak mendekati korban, lalu tersangka Nang mengeluarkan pisau mengancam korban Melindawati Zidomi. Sedangkan tersangka Hendri berperan menyeret bocah perempuan yang bersama korban Melindawati ke dalam hutan dan mengikatnya dengan karet ban bekas hingga anak perempuan tersebut pingsan.

Baca Juga :   Pasangan Oknum PNS Pemkot Digerebek Berduaan di Dalam Mobil Bawa Sajam

Setelah itu, tersangka Hendri membantu tersangka Nang menyeret korban Melindawati ke dalam hutan yang kemudian kedua pelaku mengikat tangan dan kaki korban dengan karet ban bekas. Selanjutnya kedua tersangka hendak memperkosa korban, namun karena korban sedang menstruasi hingga kedua pelaku secara bergantian hanya mencabuli korban.

Tampak dalam adegan rekonstruksi ketika dicabuli, korban merontak hingga membuat ikatan tangan korban lepas dan korban menarik penutup wajah pelaku Hendri. Karena panik wajah Hendri terlihat oleh korban, membuat kedua pelaku secara bersama-sama mencekik leher korban dan membekap mulut korban sampai korban tewas.

Usai korban tewas terlihat kedua pelaku memperagakan mengambil tas korban yang berisi handphone lalu meletakan sepeda motor korban tak jauh dari TKP pembunuhan. Setelah itu barulah kedua pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

Terlihat diakhir adegan rekonstruksi, tak lama dari pelaku meninggalkan lokasi, bocah perempuan yang tadinya diikat dan pingsan sadar lalu melepaskan ikatan tangannya, kemudian bocah perempuan ini berjalan pulang ke rumah memberitahukan kepada orang tuanya dan warga lainnya terkait kejadian tersebut.

Tersangka Nang mengatakan, awalnya dirinya dan Hendri hanya merencanakan hendak memperkosa korban saja. Namun karena saat kejadian korban sedang menstruasi sehingga ia dan Hendri mencabuli korban.

Baca Juga :   Perkara Dugaan Korupsi Lift BPKAD Palembang Siap Disidangkan

“Kami melakukan itu karena sakit hati, sebab saya dan Hendri suka sama korban, namun kami ditolaknya. Kami terpaksa membunuh korban lantaran saat dicabuli korban menarik penutup wajah Hendri, inilah yang membuat kami panik dan mencekik korban,” katanya.

Diungkapkan Nang, ketika ia dan Hendri mengeksekusi korban dengan mencekik leher korban sekuat tenaga, saat itu korban sempat meminta agar jangan dibunuh.

“Korban mengatakan kepada kami tolong jangan bunuh saya. Namun saat itu kami takut ketahuan oleh warga, sebab korban kan melihat wajah Hendri. Makanya kami nekad mencekik leher korban sampai korban tewas,” ujarnya.

Dilanjutkan tersangka Nang, dalam kasus ini dirinya yang memiliki ide dan mengajak Hendri menghadang korban untuk diperkosa hingga berujung pembunuhan korban terjadi. Dari itu ia mengaku menyesali perbuatan yang telah dilakukannya tersebut.

“Saya menyesal telah membunuh korban dan kepada keluarga korban kami minta maaf. Selain itu saya juga akan menerima apapun hukuman yang nantinya diberikan kepada saya,” tandas Nang.

Sementara tersangka Hendri mengatakan, ia dan Nang mencekik korban hingga tewas setelah korban menarik penutup wajahnya.

“Saat penutup wajah saya lepas korban melihat wajah saya, dari itu korban kami cekik sampai tewas. Sebab saat itu kami panik, saya menyesal telah membunuh korban dan saya memohon maaf kepada keluarga korban,” tandas tersangka. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Warga Prabumulih Dihebohkan Penemuan Tengkorak di Kebun

Prabumulih, KoranSN Warga Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Rabu (18/9/2019) pukul 11.00 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.