Selasa , Desember 11 2018
Home / Headline / Security PT Lonsum di Lahat Tewas Digorok dan Ditusuk Senjata Tajam

Security PT Lonsum di Lahat Tewas Digorok dan Ditusuk Senjata Tajam

Pihak kepolisian bersenjata lengkap saat menangkap tersangka penganiayaan Ristal Alam hingga mengakibatkan korban tewas dengan luka bacokan dan tusukan senjata tajam. (foto-robby/koransn/ist)

Lahat, KoranSN

Ristal Alam (28), security PT London Sumatera (Lonsum), Jumat (21/9/2018) tewas mengenaskan dengan luka gorokan dan bacokan senjata tajam di pangkal leher dan luka tusuk di perut dekat pinggang sebelah kiri tubuh korban. Tewasnya korban merupakan buntut protes terhadap pembukaan portal dan pemanenan perdana di areal perkebunan PT Lonsum yang dianggap masih sengketa oleh warga.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang menewaskan korban terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di area perkebunan PT Lonsum Blok 63 Kebun Kencana Sari Desa Suka Makmur SP III Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat. Usai kejadian, jenazah korban dibawa ke ruang jenazah RSUD Lahat.

Kejadian ini bermula saat beberapa security PT Lonsum sedang mengawal panen kelapa sawit, tiba-tiba datang warga termasuk para pelaku menanyakan terkait panen yang dilakukan lantaran lahan perkebunan tersebut masih dianggap sengketa. Kemudian warga yang berjumlah delapan orang menyampaikan jika pihak PT Lonsum tidak berhak memanen sehingga antara korban dan pelaku terjadi cekcok mulut. Akibatnya, pelaku menusuk korban, bukan hanya itu dari arah belakang leher korban pun dibacok dan digorok.

“Pelaku berjumlah sekitar 8 orang,” ujar Dedi, rekan korban singkat.

Pasca kejadian tersebut, tiga pelaku langsung diamankan pihak kepolisian, mereka yakni; Najamudin (40), warga SP 3 Palembaja Gumay Talang diduga yang menusuk korban, kemudian Yandri (35), warga Tanjung Baru, Gumay Talang yang diduga membawa samurai dan Herliyansyah (27), warga Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang yang diduga membacok korban dari belakang. Mirisnya, antara pelaku dan korban diketahui masih ada kerabat dan sama-sama warga Lahat.

Pantauan di lapangan, isak tangis pecah dari pihak keluarga korban. Jerit tangis menggema saat pihak keluarga melihat korban terbujur kaku tak bernyawa.

Baca Juga :   HDMY Minta Semua Rapatkan Barisan

Indah, adik kandung korban menuturkan, korban meninggalkan satu istri dan anak laki laki yang masih bayi berusia 2 bulan.

“Kakak saya baru dua hari bertugas di PT Lonsum kawasan Lahat, dia tinggal di Linggau, karena ada bentrok warga dia ditugaskan ke Lahat dari tanggal 20 September kemarin. Walau kakak tinggal di Lubuk Linggau namun tercatat sebagai warga SP I Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat,” ujar Indah.

Hal senada juga diungkapkan oleh kerabat korban Listiawati, warga Desa Bunga Mas, Kikim Timur. Dikatakannya, bahwa antara pelaku dan korban ternyata masih kerabat. Dirinya mendapatkan kabar duka tersebut dari security yang lain.

“Saya berharap, pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” kata saat ditemui di kamar jenazah.
Sementara untuk para pelaku yang diamankan langsung dibawa ke Polres Lahat setelah sebelumnya dilarikan ke RSUD Lahat lantaran mengalami luka-luka. Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku yakni; empat buah senjata tajam dan satu unit mobil.

Kapolres Lahat, AKBP Robby SIK dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan tiga pelaku. Saat ini ketiga pelaku masih dalam proses penyelidikan untuk pengembangan kasus tewasnya korban tersebut.

“Sementara lokasi terjadinya bentrok sudah kita amankan guna meredam emosi kedua belah pihak antara warga dengan PT. Lonsum,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnyaa, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Lahat membacakan SK Bupati Lahat, yang membuka portal lahan seluas 303 hektar oleh warga di Desa Suka Makmur. Dengan demikian, lahan berupa perkebunan kelapa sawit itu kini kembali dikelola PT Lonsum. Selanjutnya, pihak perusahaan melakukan pemanenan di kebum tersebut.

Baca Juga :   Saropil Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

“Kompensasi telah diberikan, tentu warga eks transmigrasi SP III Desa Suka Makmur tidak akan menuntut lagi lahan usaha II kepada PT Lonsum dan Pemkab Lahat,” tegas Ketua Tim Identifikasi dan Verifikasi Penanganan Sengketa Tanah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PR-KPP) Kabupaten Lahat, Nazarudin Effendi.

Menurutnya, SK Bupati Lahat nomor 196/KEP/III/2012 tentang penyelesaian permasalahan lahan usaha II warga eks transmigrasi SP III BM V/B Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang, sebenarnya telah diselesaikan.

Perkebunan itu telah dikuasai masyarakat sejak tahun 2012 yang lalu. Kemudian, ada penyelesaian namun muncul kembali permasalahan di tahun 2014, masyarakat kembali mengklaim lahan itu milik mereka.

“Jika ada permasalahan, silahkan masyarakat bernegosiasi dengan membawa bukti-bukti terkait klaim lahan yang ada dan menyelesaikan secara hukum. Kita bacakan SK Bupati Lahat ini sesuai aturan” jelasnya.

Hanya saja, masyarakat Desa Suka Makmur tetap tidak terima pembukaan portal lahan, yang memperolehkan PT Lonsum panen tandan buah segar kelapa sawit.

“Apa yang dilakukan Pemkab Lahat, PT Lonsum termasuk Polres Lahat, sudah melanggar kesempatan mediasi. Kami minta hentikan panen ini. Semua harus jelas dulu, tunjukkan mana lahan eks transmigrasi,” tegas Risansi, Kades Suka Makmur.

Lawyer PT PP Lonsum Tbk, Agus Effendi menegaskan, tidak akan membuka pintu mediasi.

“Kita siap menunggu mereka (warga) ke ranah hukum. Semua proses penyelesaian terhadap warga telah dilakukan pihak perusahaan. Ini memang hak PT Lonsum yang telah dikuasai warga sejak lama,” katanya. (rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Direktur PT Jafri Sentosa, Kontraktor Hingga Pegawai Freelance Bagi-bagi Fee Proyek Lift BPKAD Palembang

Palembang, KoranSN Sebanyak delapan saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan dugaan korupsi ...

error: Content is protected !!