Minggu , Oktober 21 2018
Home / Lacak / Sel-sel Terduga Teroris Diduga Mencari Dana ke Lubuklinggau

Sel-sel Terduga Teroris Diduga Mencari Dana ke Lubuklinggau

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (Foto-Dedy/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (17/5/2018) mengatakan, Tim Gabungan dari Polda Sumsel, TNI, kejaksaan dan instansi terkait saat ini sedang menyelidiki keberadaan sel-sel terduga teroris yang diduga sempat melakukan aktivitas mencari dana untuk aksi teror di Lubuklinggau.

Menurut Kapolda, penyelidikan tersebut dilakukan terkait perkembangan penyelidikan terduga teroris Heri Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengki Satria alias Abu Ansor (39), yang sebelumnya ditangkap Densus 88 Antiteror di Km 5 Palembang.

“Tim dari Polda Sumsel, TNI, kejaksaan dan instansi terkait sedang berada di lapangan, di Lubuklinggau. Tujuannya mencari kebenaran dugaan sel-sel terduga teroris melakukan kegiatan mencari dana di Lubuklinggau, jadi tim kini sedang bekerja. Tim gabungan ini dibentuk dikarenakan sinergitas untuk bersama-sama melawan terorisme di Sumsel,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, bukan hanya itu pihaknya bersama tim dari Densus 88 saat ini juga masih memburu dugaan keberadaan teroris di wilayah Sumsel.

“Kami melakukan pengejaran merupakan bentuk pencegahan agar para pelakunya tidak melakukan aksi teror di Sumsel,” katanya.

Baca Juga :   Kawanan Bobol Rumah di Talang Putri Diringkus

Diungkapkannya, sementara terkait ditangkapnya dua terduga teroris di Km 5 Palembang, dugaan kasusnya kini masih dikembangkan oleh penyidik Densus 88 Antiteror.

“Kalau untuk dosen di Palembang yang disebut-sebut oleh terduga teroris, sejauh ini belum ada fakta hukumnya akan tetapi masih terus didalami. Namun mudah-mudahan tidak ada keterkaitan dosen dalam jaringan terduga teroris tersebut. Sebab dari pengakuan terduga teroris Heri Hartanto alias Abu Rahman, jika ia ke Palembang ingin betemu dosen tersebut hanya untuk membayar hutan dan meminta maaf, karena tahun 2011 lalu tidak bisa menikahi adiknya,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, sedangkan apakah ada kaitannya pelaku teror penyerangan Polda Riau dengan dua terduga teroris yang ditangkap di Palembang, belum dapat dipastikan.

“Sebab, setelah kami koordinasikan dengan Polda Riau. Keterangan dari dua terduga teroris yang ditangkap di Palembang tidak semuanya benar. Hanya saja, pelaku teror penyerangan Polda Riau dan dua terduga teroris yang ditangkap di Km 5 ini memang sama-sama beraliran JAD. Selain itu para terduga teroris diketahui ingin membentuk negara Daulah yakni, Negara berdasarkan Syariat Islam,” jelasnya.

Baca Juga :   Diperiksa 5 Jam, Wabup OKU Bungkam

Lanjut Kapolda, karena JAD hendak membentuk Negara berdasarkan Syariat Islam tersebutlah maka para pelaku melakukan aksi teror di sejumlah wilayah seperti penyerangan di Polda Riau, yang merupakan bentuk teror yang disebut para pelaku teror dengan Amalia.

“Bahkan ada juga terduga teroris yang menyebut gerakan Amalia dengan sebutan dan kata-kata perang. Dimana dalam melancarkan aksi teror, para pelakunya memiliki konsep menyerang dengan berhadapan kepada aparat kepolisian,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri diback-up Polda Sumsel, Senin sore (14/5/2018) sekitar pukul 17.00 WIB menangkap dua terduga teroris di kawasan Jalan Kolonel H Burlian, Km 5 Palembang. Keduanya diringkus saat sedang naik ojek.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, sebelumnya mengungkapkan, dua terduga teroris tersebut yakni Heri Hartanto alias Abu Rahman dan Hengki Satria alias Abu Ansor yang keduanya tercatat sebagai warga Pekanbaru Riau.

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kaget Lihat Polisi Polsek Gandus, Sabu Terlepas dari Genggaman Ari

Palembang, KoranSN Ari Pratama (40), kaget saat melihat pihak kepolisian Polsek Gandus yang sedang patroli ...

error: Content is protected !!