Home / Lacak / Selain Urine, Darah AKBP ‘AS’ Juga Positif Amphetamine

Selain Urine, Darah AKBP ‘AS’ Juga Positif Amphetamine

Kombes Pol Didi Hayamansyah. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Didi Hayamansyah kemarin mengatakan, bukan hanya tes urine AKBP ‘AS’ Positif saja yang positif mengandung amphetamine. Namun darah ‘AS’ juga dinyatakan positif amphetamine.

Menurutnya, meskipun demikian dirinya mengaku jika sampai saat ini pihaknya belum menemukan barang bukti Narkoba. Dari itulah, pihaknya belum dapat memastikan amphetamine tersebut apakah bener zat kandungan Narkoba.

“Yang bersangkutan sekarang kan sudah diberhentikan dari jabatannya sebagai Kapolres Empat Lawang. Ini dilakukan karena bukan hanya tes urinenya saja yang positif, untuk darahnya juga sama positif amphetamine. Namun karena tidak ada barangnya (Narkoba) makanya kami masih melakukan pemeriksaan dan penelitian lebih lanjut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, karena ini masalah internal kepolisian Polda Sumsel maka dirinya mengaku masih membutuhkan waktu yang lama dalam pemeriksaan dan penyelidikan.

“Dia ini kan bukan tertangkap tangan tapi hanya positif saja, dan kandungan yang postif itu kan kandungan amphetamine, tidak ada barang buktinya. Walaupun demikian kami terus memprosesnya dengan melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Disingung terkait hasil darah ‘AS’ yang juga positif amphetamine, apakah ‘AS’ diduga sudah lama menggunakan Narkoba? Dikatakan Didi jika dirinya belum dapat mengutarakannya, sebab sampai saat ini saja pihaknya belum menemukan barang bukti Narkoba.

“Kalau sudah lama atau baru itu kami belum tahu, kecuali jika ada barang buktinya. Bahkan karena tidak ada barang buktinya, makanya yang bersangkutan hanya diproses disiplin saja dan tidak dilakukan penahanan,” ujarnya.

Lanjut Didi, sedangkan terkait terungkapnya tes urine dan darah ‘AS’ positif amphetamine merupakan hasil pemeriksaan yang merupakan kegiataan rutin yang kedepan terus dilakukan oleh Polda Sumsel.

“Tes urine dan tes darah ini dilakukan minimal tiga bulan sekali, dan dalam pemeriksaan ini, semua anggota kepolisian se-Sumsel dilakukan pemeriksaan,” tandas Didi.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (18/1/2019) secara resmi jabatan AKBP ‘AS’ sebagai Kapolres Empat Lawang telah dicopot oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Pencopotan jabatan tersebut dilakukan dalam serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Empat Lawang yang langsung di Polres Prabumulih Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan Sertijab Kapolres Empat Lawang tersebut dilakukan di Polres Prabumulih.

Baca Juga :   Kuliah Nyambil Kerja di Palembang, Sindi Tewas Diduga Overdosis di Cafe

“Ya benar, Sertijab Kapolres Empat Lawang dilakukan di Polres Prabumulih,” katanya.

Diungkapkannya, Sertijab digelar di Polres Prabumulih lantaran Kapolda juga ada giat di Mapolres Prabumulih.

“Sedangkan terkait urine ‘AS’ yang positif, masih dilakukan penyelidikan oleh Propam, dan ‘AS’ juga masih terus menjalani pemeriksaan,” tutupnya.

Diketahui, pasca tes urine ‘AS’ dinyatakan positif amphetamine, Selasa lalu (15/1/2019) jabatan ‘AS’ sebagai Kapolres Empat Lawang diganti. Hal ini terungkap dari Telegram (TR) Kapolri No: ST 81/110/I/KEP/2019 tanggal 15 Januari 2019. Dalam TR tersebut tertera pemberhentian jabatan dan pengangkatan jabatan di lingkungan Polri. Dimana AKBP ‘AS’ selaku Kapolres Empat Lawang dimutasikan sebagai Pamen di Polda Sumsel dalam rangka pemeriksaan.

Sementara jabatan Kapolres Empat Lawang, dijabat oleh AKBP Eko Yudi Karyanto SIK yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden B Pelopor Sat Brimob Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat itu membenarkan adanya TR pergantian jabatan Kapolres Empat Lawang tersebut. Dengan adanya TR ini maka AKBP ‘AS’ dibebas tugaskan dalam rangka pemeriksaan.

“Memang benar yang bersangkutan (AS) dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres, ini sebagai contoh agar kedepan tidak ada lagi personel di Polda Sumsel dan jajaran yang main-main dengan Narkoba. Sebab, saya akan tindak tegas,” ungkap Kapolda.

Sedangkan terkait tes urine ‘AS’ yang positif mengandung amphetamine, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara telah menegaskan, jika hasil pemeriksaan tim dokter dan penyelidikan Bid Propam Polda Sumsel, hasilnya ‘AS’ dinyatakan positif menggunakan sabu dan ekstasi.

“Jadi, hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ‘AS’ ini positif menggunakan sabu dan ekstasi. Tapi dia baru menjadi pengguna Narkoba, baru satu kali dua kali mengkonsumsi Narkoba. Walaupun demikian, saya dengan tegas memprosesnya,” tegas Kapolda saat itu.

Baca Juga :   Pelajar SMP Nyaris Tewas Tertabrak Kereta Api

Masih dikatakan Kapolda, pihaknya mengetahui tes urine ‘AS’ postif Narkoba setelah dilakukan pengecekan darah dan tes urine yang rutin dilakukan Polda Sumsel kepada seluruh anggota kepolisian, termasuk Kapolres se-Sumsel.

“Tujuan kami melakukan cek darah dan cek urin secara rutin kepada semua anggota adalah untuk menghindari agar anggota kita tidak coba-coba dan tidak main-main dengan Narkoba. Nah, dari kegiataan rutin inilah kita mengetahui urine ‘AS’ positif,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolda, hingga saat ini ‘AS’ masih diperiksa oleh Propam Polda Sumsel dan Direktorat Reserse Narkoba. Hal ini dilakukan dalam rangka pengembangan kasusnya.

“Untuk barang bukti narkobanya tidak kami temukan, bahkan kami belum dapat membuktikan dimana ‘AS’ ini memakai sabu dan ekstasi tersebut, serta dengan siapa dia menggunakannya. Untuk itulah, saat ini penyidik masih melakukan pengembangan, kalau nantinya dari pengembangan ini ditemukan barang bukti Narkoba, ceritanya akan lain lagi. Sebab dia akan kami proses secara pidana,” ungkap Kapolda.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, karena saat ini pihaknya belum menemukan barang bukti Nakorba, maka ‘AS’ nantinya hanya diberikan sanski disiplin, yakni penundaan pangkat dan ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari serta sesuai undang-undang maka yang bersangkutan akan dilakukan rehab.

Namun semua sanksi ini diberlakukan setelah ada keputusan dari sidang disiplin.

“Kalau untuk pemeriksaan dan pengembangan penyelidikan yang kami lakukan kepada ‘AS’ merupakan bentuk keseriusan Polri. Sebab setiap anggota kepolisian harus bersih dari Narkoba. Hal ini dikarenakan, Pak Polisi itu bagaikan sapu membersihkan perkarangan, kalau sapunya tidak bersih maka halaman yang kotor tentunya tidak akan bersih. Jadi untuk membersihkan halaman, sapunya harus bersih dulu, dan itu yang utama,” pungkas Kapolda. (ded)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pencuri Motor di Lubuklinggau Timur Diringkus

Lubuklinggau, KoranSN Jajaran Satreskrim Polsek Lubuklinggau Timur Polres Lubuklinggau berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.