Home / Gema Sriwijaya / Semburan Puluhan Mata Air Hebohkan Warga Pagaralam

Semburan Puluhan Mata Air Hebohkan Warga Pagaralam

Ilustrasi mata air.
Ilustrasi mata air.

Pagaralam, KoranSN

Warga Dusun Cawang Baru Kelurahan Rebah Tinggi Kecamatan Dempo Utara heboh. Pasalnya, beberapa hari terakhir di dusun ini, menyembur puluhan titik mata air. Lokasi mata air ini pun terdapat di hampir seluruh halaman warga.

Pantauan, Rabu (6/4/2016), di salahsatu halaman rumah warga dusun Cawang Baru terlihat antara satu sampai tiga titik sumber mata air. Semburan airnya cukup deras. Saking derasnya semburan mata air itu bukan hanya halaman yang tergenang, tetapi beberapa rumah warga pun nampak tergenang karena kemasukan air. Warga yang rumahnya tergenang air nampak memindahkan barang-barangnya ke lokasi yang lebih tinggi.

Menurut Basri, salahseorang warga dusun Cawang Baru, kemunculan mata air di hampir seluruh halaman rumah warga itu sudah terjadi sejak tiga hari lalu.

“Mata air itu muncul tidak serentak. Dalam satu hari bisa tiga titik mata air yang muncul di halaman rumah. Lama-lama kian banyak,” tutur mantan Ketua RT 01 dusun Cawang Baru ini sembari menunjukkan salahsatu titik sumber mata air.

Kalau dihitung-hitung sambung Basri, jumlah mata air itu kini mencapai puluhan titik. Tersebar di hampir semua halaman rumah warga. Karena itulah, halaman rumah warga tergenang terus, tak pernah kering.

Baca Juga :   Warga Simpang Solar Kabupaten PALI Minta Pjs Kades Diberhentikan

“Oleh warga, dibuatkan saluran, agar air itu tidak tergenang,” katanya.

Kendati demikian, masih ada air yang masuk ke dalam rumah warga. Rumah Mule ini misalnya. Meski sudah dibuatkan saluran, air dari sumber yang muncul secara mendadak itu masih masuk ke dalam rumah. Akibatnya Mule terpaksa mengangkut barang-barangnya ke lokasi yang lebih tinggi.

“Dari kemarin, saya terus menguras. Tapi tak pernah kering-kering. Air masih terus saja masuk ke dalam rumah,”keluh Mule sembari memperlihatkan kondisi dalam rumahnya yang tergenang air.

Sementara itu, sumur milik Supradi bertambah debitnya. Sebabnya, di sumur yang berada di dalam rumah ini mendadak timbul sumber mata air lain. Tak heran, jika air di dalam sumur ini meluap karena tak tertampung lagi. Akibatnya, rumah Supradi kebanjiran.

“Terpaksa saya pakai pompa untuk menyedot air dalam sumur ini. Kalau tidak, airnya akan terus meluap,” ucap Supradi.

Munculnya puluhan titik mata air itu pernah muncul pada puluhan tahun silam. “Pada 1995 lalu, puluhan titik mata air pernah muncul persis seperti sekarang,” ungkapnya.

Dia pun menduga, kemunculan puluhan titik mata air itu ada hubungannya dengan sebuah pertanda alam. Sebab, setelah munculnya puluhan titik mata air pada 1995 lalu, beberapa peristiwa besar terjadi di Pagaralam.

Baca Juga :   Beruang Hitam Berkeliaran di Kebun Warga Pali

“Dulu pernah gempa besar menguncang Pagaralam ini. Persis setelah munculnya mata air di halaman rumah warga,” ungkapnya lagi.

Kendati demikian dia berharap, kemunculan mata air itu hanyalah sekedar fenomena alam belaka. Bukan merupakan pertanda yang buruk. Untuk memastikannya, dia berharap, agar pihak terkait bisa datang untuk meninjau di lapangan.

“Mungkin ini bagian SDA (sumber daya alam). Mereka bisa melakukan penelitian lebih lanjut,” ucap Basri.

Sementara itu dikonfirmasi Kepala Bagian Sumber Daya Alam Cikhan Usul melalui Staf Alpian mengatakan, mengenai adanya kemunculan puluhan mata air di lingkungan warga dusun cawing baru belum bisa dipastikan penyebabnya, baik itu karena fenomena alam atau karena penyebab lainnya.

“Tim dari SDA Pagaralam secepatanya akan turun kelapangan untuk memastikan penyebab kemunculan puluhan titik mata air tersebut, dan kemungkinan banyak titik mata air bisa muncul bisa karena tingginya intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak sebulan ini atau hal lainnya,” pungkasnya. (asn)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Gubernur Wajibkan Kab/Kota di Sumsel Miliki Website Pemasaran Teknologi

Banyuasin, KoranSN Memaksimalkan pemasaran produk teknologi yang dihasilkan tiap daerah, Gubernur Sumsel H Herman Deru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.