Sempat Dideportasi, 24 WNI Kembali Dipekerjakan di Papua Nugini

img_7349

Jayapura – Sebanyak 24 dari 136 pekerja Indonesia yang bekerja di perusaahaan sawit Vanimo, Papu Nugini (PNG) kembali dipekerjakan. Ini menyusul telah diterbitkan working permit atau izin kerja yang telah diterbitkan oleh imigrasi setempat.

Juru bicara Konsulat RI di Vanimo, Allen Simarmata mengatakan, ke-24 pekerja Indonesia itu bekerja di Bewani, tepatnya di Palm Oil Plantation Vanimo. Mereka telah kembali ke lokasi pekerjaannya diantar langsung staf Konsul RI di Vanimo.

“Mereka kembali masuk ke wilayah Papua Nugini lewat jalur perbatasan di Skouw Wutung yang terletak di Kota Jayapura pagi tadi,” kata Allen, Jumat (12/6/2015).

Baca Juga :   Bawaslu: Pelanggar "Prokes" Saat Kampanye Bisa Ditindak Pidana

Lanjut Allen, sementara untuk 112 orang lainnya masih menunggu izin kerja, saat ini sedang diurus pihak perusahaan ke imigrasi yang kemungkinan baru terbit minggu depan.

“Jika izin kerja ini masih lama diselesaikan, maka si pekerja akan di pulangkan ke kampung halamannya dan seluruh biaya transportasi akan ditanggung oleh perusahaan,” ucapnya.

Hingga saat ini, 112 pekerja Indonesia itu masih ditampung di salah satu mess perusahaan kelapa sawit yang terletak di Perumahan Skyline, Kotaraja, Jayapura.

“Segala keperluan selama di mess perusahaan ditanggung oleh perusahaan setempat,” jelas Allen.

Baca Juga :   Kemenhub Minta Tingkatkan Kewaspadaan di Bandara

Sebelumnya, sebanyak 136 orang pekerja Indonesia dideportasi Imigrasi Papua Nugini pada 4 Juni lalu, karena menyalahi izin visa dan tak melengkapi surat izin kerjanya. Ke-136 pekerja itu masuk ke Papua Nugini dengan menggunakan visa bisnis untuk bekerja di beberapa perusahan kayu dan sawit di Vanimo. (rul/rul)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Wamenag : Tudingan Pemerintah Tindas Islamis Tidak Benar

Jakarta, KoranSN Wakil Menteri Agama menolak tudingan Profesor Australian National University (ANU), Greg Fealy, bahwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.