Sempat Molor, Kajian Pasar Cinde Akhirnya Dilakukan

_dsc1692-edit
Gedung Pasar Cinde Palembang. FOTO-FERDINAND/KORANSN.

Palembang,KoranSN
Meski sempat molor, Jumat besok (18/11/2016) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel melalui tim cagar budaya akan melakukan kajian terhadap pasar tersebut sebelum dilakukannya revitalisasi oleh pihak ketiga. Hal ini diakui Ketua Tim Cagar Budaya Sumsel sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga saat dihubungi, Rabu (16/11/2016).

“Ya, karena Kamis (hari ini) Direktur Utama Cagar Budaya baru datang ke Palembang, nah Jumat (besok) kami langsung turun ke lapangan untuk mengkaji serta melakukan konsolidasi di Pasar Cinde ini,” katanya, Rabu (16/11/2016). Diterangkannya, tim cagar budaya ini sendiri terdiri dari 26 anggota inti, namun pihaknya juga melibatkan beberapa stakeholder yang terkait untuk memberikan masukan. Menurutnya, dalam pengkajian Pasar Cinde ini tidak terlalu rumit, bahkan waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.

“Ya, jadi tidak ada persiapan khusus dalam kajian Pasar Cinde tersebut. Karena hanya bertemu, kemudian diskusi untuk memutuskan langkah yang akan dilakukan kedepannya dalam revitalisasi,” terangnya.Dirinya berharap dalam pengkajian tersebut didapatkanlah win-win solution sehingga proses pengkajian dapat cepat selesai. Jika telah selesai dikaji maka revitalisasi dapat segera dilakukan. “Kami berharap ini kajian ini cepat sehingga rencana revitalisasi menjadi pasar modern cepat dilakukan dan selesai sesuai target,” harapnya.

Baca Juga :   Pererat Silahturahmi Antar Tokoh Sumsel Demi Kemajuan Kota Palembang

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran kajian untuk pengkajian Pasar Cinde. Jadi tidak alasan untuk menunda pengkajian dikarenakan tidak ada dana.

“Sudah ada anggarannya Rp 600 juta. Tinggal laksanakan saja tim kajian tersebut,” terangnya.
Terpisah, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin sempat mengatakan, dikarenakan tim cagar budaya ini baru dibentuk sehingga tim baru akan memulai kajian pada tanggal 15 November (kemarin). Dirinya optimis revitalisasi ini dapat dikerjakan dan selesai tetap waktu.

“Pokoknyo amanlah itu,” katanya.Dalam revitalisasi ini, sambung Alex, pihaknya bakal merenovasi ulang namun sesuai dengan zonasi. Pasalnya, pasar tersebut tidak layak lagi berada di tengah Kota Palembang. “Ya, ini nanti dibongkar dan kemudian direnovasi ulang tetapi cendawannya akan tetap ada,” katanya.

Diterangkannya, dahulunya rektor Unsri pernah melakukan penelitian bersama Unsri pada 20 tahun lalu, dari penelitian tersebut didapatkan bahwa tiang-tiang dan struktur beton cinde itu sudah diragukan dan dapat roboh setiap saat. Selain itu, pihaknya beberapa waktu lalu telah meminta Poltek untuk melakukan scan atau rontgen terhadap tiang-tiang cendawan. Hasil hasil scan tersebut didapatkan bahwa tiang tersebut sudah keropos dan terkategori Indanger atau bahaya.

Baca Juga :   Vendor Day Pertamina RU III, Apresiasi Budaya Keselamatan Kerja

“Jadi mau tidak mau harus direnovasi total dan renovasi ini sudah dilakukan 2 kali di tahun 1971 dan 1981 jadi cinde yang sebenernya cinde itu tidak lagi cinde, jadi ngitungnya dari tahun 1981. Jadi bangunan tersebut masih baru,” katanya.

Dirinya menambahkan, banyak kota di dunia ini termasuk di Indonesia yang melakukan renovasi tersebut seperti di Jogja, dari Keraton menjadi Hotel Ambarukma.”Nah ini kan dulu lahan keraton, tapi dibangun hotel. Meskipun begitu cirinya tetap ada. Begitu juga Pasar Cinde ini, meskipun direnovasi total, cendawannya akan tetap ada,” tandasnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

HD Lepas Tim Ekspedisi Sumpah Pemuda ke Bukit Serelo

Palembang, KoranSN Gubernur Sumsel H Herman Deru melepas tim ekpedisi deklarasi Sumpah Pemuda, di Desa …