Home / Headline / Semua SKPD di Banyuasin Bisa Diperiksa KPK

Semua SKPD di Banyuasin Bisa Diperiksa KPK

Tampak  rumah Amiruddin Inoed Ayahanda Bupati Yan Aton Ferdian di kawasan Poligon Palembang yang lokasinya persis di depan rumah Yan Anton,  kemarin diisukan akan digeledah KPK. (Foto-Ferdinand/Koransn.com)
Tampak rumah Amiruddin Inoed Ayahanda Bupati Yan Aton Ferdian di kawasan Poligon Palembang yang lokasinya persis di depan rumah Yan Anton, kemarin diisukan akan digeledah KPK. (Foto-Ferdinand/Koransn.com)

Palembang,KoranSN

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati, Selasa (6/9/2016) mengatakan, KPK bisa memeriksa semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Banyuasin.

Karena menurut Yuyuk, semua orang termasuk SKPD yang diduga mengetahui tentang dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin akan dipanggil KPK, untuk dimintai keterangan.

“Jadi semua pihak yang diduga tahu akan diperiksa KPK. Sebab dalam pengembangan dan pendalaman nanti penyidik mencari saksi-saksi yang relevan dengan keterangan para tersangka,” kata Yuyuk.

Diungkapkan Yuyuk, dalam pendalaman penyelidikan, penyidik KPK juga akan mendalami dugaan uang suap yang diduga diterima Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dari rekanan di seluruh SKPD yang berada di Pemkab Banyuasin. Sebab, diduga rekanan-rekanan tersebut bisa mendapatkan proyek yang berada di dinas-dinas diduga setelah memberikan sejumlah uang.

“Dari itu dalam pengembangan dan pendalamannya akan dilakukan KPK seperti itu, dan kini penyidik KPK masih terus mendalami dugaan kasus suap ini,” tutup Yuyuk

Baca Juga :   Sandera Pelayan Warung Makan di Sungai Lumpur OKI, Pelaku Dimassa

Diketahui Bupati Banyuasin bersama lima tersangka lainnya yakni, ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta) resmi ditetapkan tersangka dan ditahan KPK, Senin 5 September 2016.

Dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di rumah dinas bupati di Banyuasin, Minggu 4 September 2016 yang ketika itu Yan Anton baru saja menggelar acara syukuran keberangkatan haji yang akan dilaksanakan bupati bersama isterinya.

Dalam OTT itu Yan Anton ditangkap bersama tersangka lainnya yang kemudian dibawa ke Mapolda Sumsel dan selanjutnya diterbangkan ke KPK di Jakarta.
Plh Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati telah mengungkapkan, dalam dugaan kasus ini Bupati Banyusin Yan Anton Ferdian dan empat tersangka lainnya ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ diduga sebagai pihak penerima uang suap. Sementara tersangka ‘ZM’ yang merupakan Direktur CV PP diduga pihak pemberi uang suap.

“Untuk itu Bupati Banyuasin, ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’disangkakan Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 atau Pasal 12 (b) UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ yang diduga pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana,” tegasnya.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Ancam Tembak Mati Akbar Alfaris, Buronan Otak Pembunuhan Driver Taksi Online Sofyan

Diungkapkan Yuyuk, saat OTT dilakukan di rumah dinas tersangka Yan Anton, penyidik KPK berhasil mengamankan barang bukti uang senilai Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

“Uang ini merupakan pemberian tersangka ‘ZM’ yang diduga untuk bupati dan isteri naik haji,” ungkapnya.
Lanjut Yuyuk, bahkan saat ini bupati dan lima tersangka lainnya telah ditahan KPK di Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang berbeda. Dimana untuk Bupati Banyuasin ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur. Sementara untuk tersangka ‘ZM’ ditahan di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat.

“Sedangkan tersangka ‘RUS’ ditahan di Rutan Polresta Jakarta Timur, tersangka ‘UU’ ditahan di Rutan Polresta Jakarta Pusat, kemudian untuk tersangka ‘STY’ ditahan di Rutan Kelas I Cipinang Jakarta Timur dan tersangka ‘K’ ditahan di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat,” pungkas Yuyuk baru-baru ini. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

70 Korban Selamat KM Santika Tiba di Surabaya

Surabaya, KoranSN Sebanyak 70 korban selamat dari Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.