Sabtu , November 17 2018
Home / Lacak / Senin Ini, Oknum PNS Pemkot Palembang Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Senin Ini, Oknum PNS Pemkot Palembang Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Andi Andri Utama. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Oknum PNS Pemkot Palembang berinisial ‘AR’ yang merupakan tersangka dugaan korupsi pengadaan lift Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang tahun anggaran 2016, diagendakan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang pada Senin (12/11/2018) mendatang.

Demikian diungkapkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama saat dihubungi Suara Nusantara, Kamis (8/11/2018).

Menurut Andi, selain tersangka ‘AR’ dalam persidangan tersebut juga akan digelar persidangan perdana untuk tersangka ‘MA’ selaku pihak rekanan dari salah satu perusahaan di Jakarta.

“Berdasarkan surat penetapan hari sidang tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ yang kami terima dari pengadilan dengan Nomor: 20/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Plg, diketahui jika Pengadilan Tipikor Palembang telah menentukan jawdwal sidang kedua tersangka, yakni diagendakan pada Senin 12 November 2018 mendatang,” ungkapnya.

Diungkapkan Andi, jadwal sidang kedua tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang tentang penunjukan majelis hakim serta terkait surat pelimpahan perkara dari Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang Nomor: B-5729/N.6.10/Ft.1/10 2018.

“Jadi dalam waktu dekat ini kedua tersangka akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang,” ujarnya.

Disingung untuk penetapan tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pengadaan lift BPKAD Palembang? Andi mengungkapkan jika untuk tersangka baru dalam dugaan korupsi ini masih dalam kajian pihaknya.

“Untuk penetapan tersangka baru dalam dugaan kasus ini masih terus kami lakukan kajian,” tandas Andi.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (1/11/2018) Kejari Palembang telah melimpahkan berkas perkara tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ ke Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang. Pelimpahan berkas perkara kedua tersangka ke pengadilan dilakukan lantaran sebelumnya berkas telah dinyatakan lengkap (P21) serta juga telah dilakukan tahap dua dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang.

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, walaupun berkas kedua tersangka telah dilimpahkan ke pengadilan dan tersangka dalam waktu dekat akan disidangkan. Namun pihaknya masih terus melakukan pendalaman penyelidikan guna menetapkan tersangka baru dari pejabat di lingkungan Pemkot Palembang.

“Bahkan dalam penetapan tersangka baru ini kami berkoordinasi dengan KPK. Jadi kedepan Insya Allah akan ada tersangka baru dari pejabat di Pemkot Palembang yang akan kami tetapkan,” tegas Andi.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus ini jaksa Kejari Palembang tidak melakukan penahanan kepada tersangka ‘AR’ dan ‘MA’. Hal ini terungkap saat tahap dua berkas perkara yakni; penyerahan kedua tersangka dan barang bukti dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dilakukan, Selasa lalu (18/9/2018) di Kejari Palembang.

“Kedua tersangka tidak kami tahan, karena adanya pertimbangan yang mengacu kepada Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (4) huruf a dan b KUHAP. Dimana dalam pasal ini, penahanan baru dilakukan jika tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Dikarenakan ‘AR’ dan ‘MA’ kooperatif, tidak ditahan selama proses penyidikan, serta tersangka mengembalikan uang Rp 249 juta lebih dari kerugian negara Rp 310 juta. Untuk itulah dalam tahap kedua ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ tidak kami tahan,” jelas Kasi Pidsus, Andi Andri Utama.

Sekedar mengingatkan, adapun nilai proyek pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dari hasil penyelidikan jaksa Kejari Palembang, jaksa menemukan bukti dugaan terjadinya pidana korupsi dalam proyek tersebut yang membuat negara mengalami kerugian Rp 310 juta, hingga akhirnya jaksa menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka.

“Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini kami juga sudah memeriksa 32 saksi yang diantaranya; saksi dari Pejabat Pemkot Palembang. Bahkan sebelumnya, kami telah memeriksa kedua tersangka, dimana dalam pemeriksaan tersebut untuk tersangka ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan terkait proses pengadaan lift di BPKAD Palembang. Hal ini dilakukan, karena ketika dugaan kasus ini terjadi ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sehingga tersangka ‘AR’ jelas mengetahui proyek pengadaan lift tersebut,” tegas Kasi Pidsus, Andi Andri Utama.

Lanjut Andi, dalam dugaan korupsi ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ disangkakan Pasal 2 ayat (2) Subsider Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy sebelumnya telah mengungkapkan, terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang, ia berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Istri Driver Taksi Online Berharap Otak Pembunuhan Sofyan Ditangkap

Palembang, KoranSN Meskipun pihak kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel kini telah menangkap tiga tersangka dari ...

error: Content is protected !!