Serahkan Senpira Tidak Akan Dihukum

Kapolres Empat Lawang saat memberikan penjelasan kepada wartawan.(foto-fahlevi/koransn)

Empat Lawang, KoranSN

Banyaknya beredar senjata api rakitan (Senpira), khususnya di bumi Saling Keruani Sangi Kerawati membuat Polres Empat Lawang terus melakukan penekanan. Terbukti, hasil Operasi Senpi Musi 2019 yang dilaksanakan sejak awal hingga akhir November 2019 berhasil menyita 8 pucuk Senpira.

Tidak hanya itu, selain tetap melaksanakan operasi Senpi Musi ini, jajaran resort Empat Lawang akan melakukan kerjasama lintas wilayah untuk memerangi peredaran senpi ilegal ini.

“Dengan rincian 6 diamankan langsung dan 2 diserahkan dengan kesadaran masyarakat sendiri,” katanya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto Sik dalam keterangan persnya menyampaikan, operasi Senpira ini akan terus dilaksanakan, mengingat kepemilikan Senpira di wilayah Empat Lawang cukup banyak. Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan himbauan melalui pemerintah desa untuk penyerahan senjata yang ditakutkan disalahgunakan, sehingga membahayakan orang lain.

Diharapkan masyarakat patuh hukum, sesuai dengan UU darurat No 21 tahun 1951, karena kalau berhadapan dengan hukum, masyarakat itu sendiri akan menjadi korban.
“Kita berupaya menyadarkan masyarakat, bahwasannya memiliki, menyimpan, menggunakan Senpi adalah perbuatan melanggar hukum. Kita berikan apresiasi bagi warga yang sadar akan menyerahkan Senpi dan saya jamin tidak akan diproses (hukum). Bila yang bersangkutan takut menyerahkannya sendiri, bisa melalui pemerintah setempat,” kata Kapolres saat menggelar pers rilis di halaman Mabes Polres Empat Lawang, Senin (2/12/2019).

Baca Juga :   Pakai Dana CSR Pertamina, Bupati PALI Resmikan Jalan Cor Beton

Ia mengatakan, dalam operasi selama sebulan ini, pihaknya berhasil menyita barang bukti delapan pucuk Senpira, jenis kecepek laras panjang dan laras pendek, colt, serta berhasil meringkus enam tersangka kepemilikan Senpira. Sementara dua pucuk lagi merupakan hasil penyerahan dari warga.

“Ada hasil upaya pengembangan penyelidikan, yakni sebanyak enam orang tersangka, berikut senpira dan perlengkapan lainnya, seperti amunisi dan lainnya. Dua lagi, warga sendiri yang menyerahkan, sehingga tidak kita proses, bahkan kita beri apresiasi,” ungkapnya.

Disinggung mengenai perakitnya, Kapolres menegaskan, kedepan akan dikembangkan lagi. Pihaknya, akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Satuan Wilayah (Satwil) lain, seperti Polda Bengkulu dan provinsi tetangga untuk memerangi peredarannya.

“Karena memang banyak beredar senpira dan pasti ada perakitnya, kita akan bekerjasama dengan Satwil lain. Sehingga kita bisa berantas sampai ke akar-akarnya,” bebernya.

Baca Juga :   2 Tahun Warga Noman Andalkan Motor Ketek

Lebih jauh dia mengharapkan kerjasamanya dengan masyarakat dan pihak lainnya untuk menekan peredaran dan kepemilikan senjata api ilegal ini. Karena, selain bertentangan dengan hukum, kepemilikan ini bisa membahayakan orang lain, karena bisa menghilangkan nyawa seseorang.

“Mereka beralasan penggunaanya untuk berburu, berburu juga tidak seperti dulu, ada aturan mainnya, tidak juga menutup kemungkinan senjata ini digunakan untuk tindak kejahatan. Makanya, kita menghimbau bagi yang memiliki atau menyimpan untuk segera menyerahkannya, daripada nantinya tersandung dengan hukum, karena kita tidak main-main, bila sudah ke ranah hukum,” pungkasnya. (foy)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pembangunan Flyover Untuk Jalur Kereta Api

Muara Enim, KoranSN Dalam mendukung kemajuan kerjasama pemanfaatan Aset PT.KAI dengan Pemerintah Daerah, dilaksanakan rapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.