Home / Gema Sriwijaya / Sering Disambar Petir, Warga Gruduk Tower Telkomsel

Sering Disambar Petir, Warga Gruduk Tower Telkomsel


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Ilustrasi. (foto-net)

Prabumulih, KoranSN

Puluhan warga mendatangi tower yang diduga milik provider Telkomsel untuk memintai keterangan akibat seringnya terjadi sambaran petir. Tower Telkomsel yang terletak dipemukiman warga ini, nyaris jadi luapan emosi warga yang kesal.

Tower yang terpasang di jalan Batam Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, tepatnya di belakang futsal Gren, dinilai warga kurang dilengkapai alat pengamanan. Karena tiap kali hujan turun, ataupun awan mendung dipastikan ada sambaran petir.

Seperti yang diungkapkan, Yazid Ketua RT, 03 RW, 03 Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, bahwa kejadian tersebut sering terjadi.

“Kalau mau hujan, cuaca mulai mendung kita warga disini pasti masuk rumah. Karena takut disambar petir, ini sudah sering terjadi, apalagi tower Telkomsel yang berdiri kokoh di pemukiman warga tidak dipasang alat pengaman seperti penangkal petir atau sejenisnya,”keluhnya.

Sejauh ini, Lanjut dia, mulai dari 2015 sampai sekarang sudah hampir 5 kali kejadian.”Kita disini bukan sekedar mau minta ganti rugi alat rumah tangga yang rusak, tetapi mau menuntut pihak tower Telkomsel agar dipasang penagkal petir, bukan sebaliknya menyebar petir seperti yang sudah sudah,” cetusnya “Rumah saya paling parah pak, mulai dari dinding, pelapon rumah hingga alat elektronik yang rusak akibat Sambaran petir dari tower Telkomsel ini,” ucap Febri yang rumahnya terkena paling parah dibanding 20 rumah lainya.

Baca Juga :   Waroeng Kite Tongkrongan Baru di Hotel Grand Zuri Lahat

Lanjut nya, sejauh yang ia tahu, baru ada 20 rumah yang melaporkan, bahwa peralatan rumah tangga disambar petir.

“Untuk kedepanya, kita mintak pihak tower Telkomsel, marilah bekerja dengan baik, pasang, lengkapi apa yang harus dilengkapi, jangan mau uangnya saja, pengamanan alatnya juga harus diperhatikan,” pesanya.

Sementara itu Hengki warga yang merasa dirugikan pihak tower, mengungkapkan, pihaknya pernah minta bantuan kepada DPRD kota terkait hal ini.”Kalau buat saya pribadi hanya satu unit AC dan satu kulkas, kalau dirupiahkan kisaran 5 jutaan,” bebernya.

“Proses penyambaran petir, kata hengki begitu cepat, kita tahunya setelah dicek, mulai dari pertama itu, listrik mati, Ncb turun, dan kalau kita panggil orang pln, dia bilang ini disambar petir pak,” ceritanya.

Terpisah, Salah satu kontrak kerja Telkomsel yang ada di lapangan Harno mengatakan, pihaknya sudah komunikasi terus dengan pihak Telkomsel yang ada di Palembang.

“Sejauh ini, kita mintai bantu pada RT setempat untuk mendata, sampai sekarang baru ada 20 rumah yang melaporkan terdampak sambaran petir ini, mungkin masih ada lagi dan kita menunggu sampai sore hari,” terangnya.

Baca Juga :   Rumah Penerima PKH di OKI Berlabel “Keluarga Miskin”

Lanjutnya, sudah disampaikan semuanya kepada warga, terkait apa yang disampaikan pihak Telkomsel, namun warga menolak dan maunya dieksekusi langsung. “Mereka gak perlu main data, langsung door to door. Kitakan punya prosedur, kalau mereka tidak mau mengikuti prosedur, ya mau bagaimana lagi, yang pasti dari pihak Telkomsel sendiri sudah mau berkompromi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Manager Network Service Bengkulu, Riki Irawan Setiayuda mengatakan, Telkomsel hadir untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat, dengan semakin nyamannya menggunakan layanan Telkomsel diharapkan dapat memberikan kontribusi pertumbuhan di segala aspek terutama dalam peningkatan ekonomi masyarakat maupun daerah.

“Terkait dengan tuntutan ganti rugi akibat induksi petir yang mengakibatkan rusaknya peralatan elektronik warga bahwa BTS yang berada di Jalan Batam kelurahan Gunung Ibul kecamatan Prabumulih Timur dapat kami sampaikan bahwa Telkomsel taat dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku dan akan menindaklanjuti tuntutan warga sesuai dengan aturan yang berlaku,”ujarnya.

Dijelaskannya, pertemuan antara Telkomsel dan Warga terkahir dilakukan pada tanggal 14 Mei 2018. Tindak lanjut dari pertemuan tersebut tim Telkomsel akan melakukan standar prosedur dari Perusahaan yaitu pemeriksaan alat elektronik warga pada tanggal 16 Mei 2019. Telkomsel berupaya proaktif untuk menindaklanjuti hal tersebut sesuai aturan yang berlaku. (and/ima)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Enam Cabor Tradisional Bakal Meriahkan Peda KTNA XIII di Muba

Sekayu, KoranSN Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.