Sesak Nafas di Kafe Kampung Baru, Ibu Tiga Anak Tewas

Jenazah Yeni Apriani alias Mimi saat berada di ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Yeni Apriani alias Mimi (24), ibu tiga anak yang tercatat sebagai warga Jalan Boster Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Km 12 Palembang, Kamis (15/3/2018) pukul 07.00 WIB ditemukan tewas di salah satu kamar penginapan yang berada di kawasan eks lokalisasi Teratai Putih atau Kampung Baru Kecamatan Sukarami Palembang.

Dari keterangan pihak kepolisian, sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengalami sesak nafas ketika mengunjungi salah satu kafe yang berada di kawasan Kampung Baru.

Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda mengatakan, usai mendapati informasi ditemukannya korban tewas pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Setiba di lokasi, polisi melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, sementara jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pemeriksaan saksi yang dilakukan, sebelum ditemukan tewas awalnya korban bersama temannya mengunjungi salah satu kafe di Kampung Baru. Kemudian sekitar pukul 03.30 WIB, korban mengeluh sesak nafas, sehingga korban dibawa temannya untuk beristirahat di penginapan yang berada tak jauh dari kafe tersebut. Namun saat pagi harinya, korban ditemukan meninggal dunia oleh temannya sehingga teman korban menghubungi pihak keluarga dan pihak kepolisian,” jelasnya.

Masih dikatakan Kapolsek, dari pemeriksaan saksi memang ada yang melihat korban sempat minum saat berada di dalam kafe. Akan tetapi, polisi belum dapat memastikan apakah minuman yang ditenggak korban adalah minuman beralkohol.

Baca Juga :   Massa Rusak Perahu Pencuri Mesin Ketek Air

“Nah, untuk dugaan apakah korban meninggal dunia akibat minuman keras (Miras), kami belum dapat memastikannya. Karena kami masih menunggu hasil visum dari dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara. Akan tetapi dari pemeriksaan sementara, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, jadi dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit sesak nafas. Meskipun demikian, untuk memastikan penyebab tewasnya korban, kami tetap akan memeriksa saksi dari teman dan keluarga korban,” tandas Kapolsek.

Terpisah, Pamin Yandokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Iptu Edinson AR mengungkapkan, jenazah korban saat ini sudah berada di ruang forensik untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik.

“Secepatnya akan dilakukan pemeriksaan. Namun kalau untuk hasil pemeriksaan nanti, kami tidak dapat menyampaikannya. Karena hasil visum ataupun otopsi merupakan wewenang dokter forensik, hanya untuk disampaikan kepada penyidik guna kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rokiah (70), ibu korban Yeni Apriani alias Mimi mengatakan, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, Rabu malam (14/3/2018) korban pamit kepadanya untuk pergi ke tempat bekerja di salon yang berada di kawasan Jalan Mayor Zen Palembang bersama teman pria korban.

“Jadi semalam, Almarhumah pamit katanya mau pergi ke tempatnya bekerja bersama temannya seorang pria. Karena sudah malam, saya melarangnya. Akan tetapi anak saya ini masih saja tetap nekat pergi bersama pria itu. Kalau Almarhumah ini, anak saya bungsu dari tiga bersaudara dan sudah sekitar 5 bulan dia (korban) bekerja di salon,” ujarnya beruraian air mata.

Baca Juga :   Perampok Bersenpi Gasak 6 Kg Emas dari Toko Mas Cahaya

Diungkapkannya, kemudian pagi harinya ia tiba-tiba dikagetkan dengan kabar duka yang menyampaikan jika korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia dan jenazah korban telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Ada teman anak saya yang memberikan kabar duka tersebut. Oleh karena itulah, saya datang ke rumah sakit ini,” katanya.

Dijelaskannya, jika korban sudah sekitar 9 bulan berpisah dengan suami dan semenjak itulah korban tinggal bersamanya di Jalan Boster Km 12 Palembang.

“Almarhumah memiliki tiga anak dari suaminya. Sebelum berpisah, mereka tinggal di kawasan Jalan Yos Sudarso Lemabang Palembang. Namun setelah berpisah, Almarhumah bersama anaknya tinggal dengan saya di KM 12. Saya juga tidak menyangka jika anak saya akan meninggal dunia secepat ini,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Konstruksi Perkara Komut PT AIP Tersangka Korupsi Pengadaan CSRT

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara penetapan Komisaris Utama PT Ametis Indogeo …