Siap-siap Sanksi PSBB Palembang Segera Diberlakukan

Petugas Dishub Kota Palembang saat menggelar edukasi dan sosilisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada pengendara di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kamis (21/5/2020) menggelar edukasi dan sosilisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman Palembang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Rizal mengatakan, dengan dilakukan edukasi dan sosilisasi tersebut maka untuk sanksi kepada pengendara yang melanggar akan segera diterapkan pihaknya sesuai Perwali No.14 Tentang PSBB Kota Palembang.

“Sanksinya segera diterapkan setelah sosialisasi ini, penerapannya dimulai setelah Lebaran Idul Fitri yakni H+2,” tegasnya.

Diungkapkannya, dalam sosilisasi tersebut pihaknya menghimbau pengendara dan penumpang sepeda motor, mobil, angkutan umum, bus untuk menggunakan masker.

“Kemudian untuk sepeda motor tidak diperbolehkan membonceng penumpang selain keluarga yang identitasnya KTP sama dan wajib menggunakan masker serta sarung tangan. Sementara untuk ojek online tidak boleh membawa penumpang hanya boleh mengantarkan barang, dan juga wajib menggunakan masker serta sarung tangan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Prajurit PNS Pendam dan Infolatahdam II/Swj Terima Sosialisasi P4GN

Masih dikatakannya, kemudian untuk mobil kapasitas empat orang atau berkursi dua baris maksimal di dalam mobil termasuk sopir hanya ada tiga orang. Lalu, mobil kapasitas tujuh orang atau berkursi dua baris maksimal di dalam mobil termasuk sopir berjumlah empat orang.

“Pengemudi dan para penumpang juga diwajibkan mengenakan masker. Selanjutnya untuk angkutan umum atau bus, para penumpangnya wajib menjaga jarak, yakni kursi penumpang di kosongkan atau diberi jarak 1 meter. Bagi para sopir dan penumpang juga diwajibkan menggunakan masker,” jelasnya.

Dilanjutkannya, dalam pemberlakuan sanksi untuk para pelanggar akan diberiksan saksi sesuai Perwali No.14 Tentang PSBB Kota Palembang.

Adapun saksinya, diantaranya dimulai dari teguran atau peringatan lisan, perintah pemberhentian jalan, penahanan kartu identitas, kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi, denda administratif paling sedikit Rp 500 ribu dan paling banyak Rp 1 juta.

“Dari itu kami menghimbau kepada masyarakat Palembang, selama PSBB yang sudah ada regulasi Perwali No.14 ini, diharapkan masyarakat mematuhi aturan sesuai protokol kesehatan demi penekanan penyebaran Covid-19 di Kota Palembang,” tandasnya.

Baca Juga :   Najwa dan Percha Galakkan Literasi ke Millenial

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Palembang di Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan SKM M Epid mengatakan, PSBB Kota Palembang diberlakukan sampai 14 hari kedepan, yakni dimulai dari tanggal 20 Mei – 2 Juni 2020.

“Tujuan PSBB merupakan upaya mencegah laju penularan Covid-19, diharapkan kepada masyarakat Palembang supaya mengikuti semua aturan dan protokol kesehatan yang sudah sering disosialisasikan, yakni tidak keluar rumah jika tidak ada urusan sangat penting, tetap jaga jarak, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta selalu memakai masker bila keluar rumah. Semoga dengan PSBB ini penularan Covid-19 dapat bersama-sama kita cegah,” tutup Yudhi. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Rapid Test Gratis Bagi Terindikasi Covid-19, Untuk Mandiri Bayar Rp 300 Ribu Sampai Rp 500 Ribu

Palembang, KoranSN Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Senin (6/7/2020) mengatakan, pemeriksaan Rapid …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.