Sidang 4 Terdakwa Dugaan Korupsi Tugu Batas Palembang, 26 Saksi Diperiksa Secara Bergilir

Hendy Tanjung. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang akan menghadirkan 26 saksi dalam persidangan empat terdakwa dugaan korupsi tugu perbatasan Kota Palembang di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. Para saksi tersebut akan dihadirkan secara bergilir di setiap sidang digelar.

Demikian diungkapkan Kasubsi Penuntutan Pidsus Kejari Palembang, Hendy Tanjung, Minggu (18/8/2019).

Menurut Hendy, jika para saksi tersebut akan dihadirkan secara bertahap oleh pihaknya di setiap persidangaan empat terdakwa dilakukan. Adapun keempat terdakwa tersebut yakni; terdakwa Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang, terdakwa M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha yang keduanya merupakan kontraktor dan terdakwa Asmol Hakim selaku Konsultan Pengawas.

“Jadi, total saksi yang akan kami hadirkan dalam persidangan keempat terdakwa ada 26 saksi. Dari jumlah saksi tersebut diantaranya juga ada saksi ahli. Untuk sidang agenda pemeriksaan saksi-saksi ini, dimulai besok (hari ini),” ungkapnya.

Dijelaskannya, pihaknya selaku JPU menghadirkan para saksi tersebut dalam persidangan untuk memperkuat bukti dugaan pidana korupsi yang terjadi dalam proyek pembangunan tugu perbatasan Kota Palembang di Jakabaring, yang pembangunnya menggunakan APBD Pemkot Palembang tahun 2013.

Baca Juga :   Polisi Ungkap Cepat Kasus Mayat Dalam Karung

“Sebab jelas dalam dakwaan kami selaku JPU, keempat terdakwa diduga telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain hingga menimbulan kerugian negara,” tegasnya.

Untuk itulah lanjut Hendy, dalam perkara ini keempat terdakwa telah didakwa oleh pihaknya dengan Pasal2, Pasal 3, Pasal 9 Jo Pasal 55 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

“Nanti, dalam persidangan kami akan membuktikan dakwaan tersebut berdasarkan keterangan para saksi dan bukti-bukti,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang yang terdiri dari Hery Fadlullah, Dian Febriani dan Romi Pasolini telah membacakan dakwaan para terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kelas 1 A Palembang pada, Senin lalu (12/7/2019).

Dimana dalam dakwaan tersebut, JPU mendakwa keempat terdakwa dengan Pasal2, Pasal 3, Pasal 9 Jo Pasal 55 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

Sekedar mengingatkan, setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan kasus ini, Rabu (17/6/2019) empat tersangka yang kini telah menjadi terdakwa dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang ke Jaksa Kejari Palembang.

Usai diserahkan ke jaksa, keempatnya dijebloskan Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang ke penjara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo Palembang. Menindaklanjuti pelipahan tersebut, Senin (29/7/2019) Jaksa Penuntut Umum melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang.

Baca Juga :   Sabu Timur Tengah Pertama Kali Masuk Palembang, Polisi Menduga Jaringan Baru dari Iran

Bukan hanya itu, di hari yang sama Jaksa Pidana Khusus Kejari Palembang juga melakukan penyitaan uang kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Adapun jumlah uang yang disita, yakni sebesar Rp 505.923.660,08.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama saat itu mengatakan, uang senilai Rp 505.923.660,08 yang diserahkan oleh istri keempat tersangka tersebut merupakan total kerugian negara dalam dugaan kasus pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring.

“Uang tersebut dikumpulkan keempat tersangka dengan patungan, yang kemudian semua uang diserahkan oleh masing-masing istri keempat tersangka kepada kami selaku Jaksa Kejari Palembang. Terkait pengembalian uang ketugian negara tersebut, tentunya tidak menghapus perbutaan pidana keempat tersangka dalam dugaan kasus ini,” tutupnya kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penodong Bergolok di 12 Ulu Ditangkap

Palembang, KoranSN Yogy Firnando (23), tersangka penodongan yang dalam melancarkan aksinya selalu menggunakan senjata tajam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.