Home / Seputar Polresta / Sidang 5 Komisioner KPU Palembang, Bawaslu Tak Terima Laporan Jumlah Surat Suara di Dalam Kotak Suara

Sidang 5 Komisioner KPU Palembang, Bawaslu Tak Terima Laporan Jumlah Surat Suara di Dalam Kotak Suara

Sidang lanjutan 5 terdakwa Komisioner KPU Palembang di PN Palembang berlangsung hingga malam hari. Tampak, saksi yang diantaranya Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana memberikan keterangan. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Komisioner Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Palembang, Dadang Apriyanto, Senin (11/8/2019) mengungkapkan, jika dirinya yang memiliki tugas sebagai pengawas logistik Pemilu tidak menerima laporan jumlah surat suara di dalam kotak suara yang dikirimkan oleh KPU Palembang ke 70 TPS yang mengalami kekurangan surat suara pada pelaksanaan Pemilu.

Hal tersebut dikatakannya saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa Eftiyani (Ketua KPU Kota Palembang), Alex Berzili (Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu), Syafarudin Adam (Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi), Abdul Malik (Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan) dan Yetty Oktarina (Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia) di Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang.

Baca Juga :   Jadi Tersangka Dugaan Pidana Pemilu, 5 Komisioner KPU Palembang Terancam 2 Tahun Penjara

“Sebagai pengawasan Pemilu saya sama sekali tidak menerima laporan terkait jumlah surat suara yang berada di setiap kotak suara yang dikirimkan KPU ke TPS-TPS. Padahal, saya selaku pengawas Pemilu, harusnya saya diberitahukan jumlah surat suara tersebut agar disamakan dengan DPT,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, memang dalam pengisian surat suara ke dalam kotak suara, ada pihak kedua yang melakukannya. Dimana pengerjaan dilakukan mulai dari melipat hingga memasukan surat suara ke dalam kotak suara oleh ratusan pekerja.

“Akan tetapi sebelum dikirimkan ke TPS-TPS, kotak suara tersebutkan dicek lalu dipasang segel oleh KPU Palembang. Untuk itulah, kekuarangan surat suara di kawasan Kecamatan IT 2 Palembang tersebut merupakan tanggungjawab KPU usai semua surat suara diserahkan pihak percetakan kepada lima Komisioner KPU Palembang,” jelasnya.

Baca Juga :   Kawanan Bobol Rumah di Sukarami Diringkus

Lebih jauh dikatakannya, dalam perkara ini dirinya tidak mengetahui pasti mengapa sampai ada kekurangan surat suara. Padahal dari pengecekan yang dilakukannya di tempat percetakaan surat suara di Bogor, diketahui jika surat suara yang diterima oleh KPU Palembang jumlahnya sudah sesuai dengan DPT yakni berjumlah 1.148.609, selain itu juga ada tambahan cadangan surat suara sebanyak 2 persen.

“Lalu, tiba-tiba KPU Palembang pada 16 April 2019 mengundang Bawaslu untuk menyaksikan pemusnahan surat suara. Saya yang menghadiri undangan itu, pemusanahan dengan cara dibakar, ada sekitar 16.525 lembar surat suara yang dibakar. Tapi ternyata, keesokan harinya yakni pada pelaksanaan Pemilu, di IT 2 Palembang terdapat TPS yang kekurangan surat suara. Dari itulah KPU harusnya memastikan dulu jumlah surat suara dengan jumlah DPT,” terangnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tabrak Satu Keluarga di Km 14, Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk

Palembang, KoranSN Gunawan Heriyanto (26), pengendara sepeda motor, Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 09.00 WIB tewas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.