Home / Headline / Sidang 5 Terdakwa Komisioner KPU Palembang, 35 Saksi Diperiksa Maraton

Sidang 5 Terdakwa Komisioner KPU Palembang, 35 Saksi Diperiksa Maraton

Lima tersangka komisioner KPU Kota Palembang saat mengikuti sidang di PN klas 1 Palembang. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Hari ini, Senin (8/7/2019) sebanyak 35 saksi akan diperiksa secara maraton dalam persidangan lima terdakwa Komisioner KPU Palembang di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang. Demikian dikatakan Kasi Pidum Kejari Palembang, Yuliati Ninggsih yang juga selaku Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) persidangan para terdakwa, Minggu (8/7/2019).

Menurutnya, dikarenakan para saksi yang diperiksa dan dihadirkan dalam persidangan berjumlah 35 saksi, maka pemeriksaan tersebut dilakukan hingga larut malam.

“Para saksi ini diperiksa dalam persidangan untuk saksi lima terdakwa, yakni terdakwa Eftiyani (Ketua KPU Kota Palembang), Alex Berzili (Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu), Syafarudin Adam (Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi), Abdul Malik (Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan) dan Yetty Oktarina (Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia). Jadi, besok (hari ini) persidangan akan berlangsung sampai malam hari,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, untuk 35 saksi yang dihadirkan dalam persidangan, dua diantaranya merupakan saksi ahli.

“Adapun ahli yang kami hadirkan dalam sidang, yakni ahli pidana umum dan ahli tata negara. Sedangkan untuk saksi lainnya terdiri dari warga yang kehilangan suaranya saat Pemilu di kawasan Kecematan IT 2 Palembang, Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta petugas Panwaslu Kecamatan (Panwascam),” jelasnya.

Baca Juga :   Yogi Eksekutor Driver Taksi Online Divonis 20 Tahun

Lanjut Yuliati Ninggsih, dalam perkara ini untuk kelima terdakwa memang tidak dilakukan penahanan. Sebab, hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Pemilu.

“Dimana dalam Undang-Undang Pemilu ancaman kelima terdakwa ini kan 2 tahun, jadi kelima terdakwa tidak bisa dilakukan penahanan meskipun saat ini kelimanya sedang diproses hukum dalam persidangan,” tandasnya.

Sedangkan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Erma Suhartini SH MH yang menyidangkan perkara kelima terdakwa mengungkapkan, dikarenakan dalam Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2018 mengatur bahwa perkara pidana Pemilu harus putus dengan waktu 7 hari, maka untuk para saksi akan diperiksa di persidangan dalam waktu satu hari.

“Untuk itu agar JPU menghadirkan 35 saksi pada persidangan yang digelar Hari Senin (8/7/2019) dan semua saksi tersebut akan kita periksa dalam satu hari, adapun saksi yang ada dalam berkas perkara, diantaranya warga yang kehilangan suaranya karena tidak dapat memilih, PPS, KPPS, Panwascam dan Bawaslu,” jelasnya.

Baca Juga :   Pencuri Sepeda Motor di Sako Tewas Kecelakaan di Sungai Lilin Muba

Masih dikatakan Erma Suhartini, agar sidang putusan dalam perkara ini selesai tepat waktu maka dirinya telah menyusun agenda untuk persidangan selanjutnya, dimana untuk persidangan yang digelar hari Selasa (9/7/2019), diagendakan pemeriksaan saksi adecart dan pemeriksaan kelima terdakwa.

“Kemudian di hari Rabu (10/7/2019), masuk dalam agenda sidang tuntutan, replik, duplik dan pledoi. Sementara dihari Kamis (11/7/2019), sidang kita agendakan sudah masuk putusan atau vonis kelima terdakwa. Dengan demikian, kami harapkan JPU dan kuasa hukum kelima terdakwa dapat mengikuti jadwal sidang yang sudah direncanakan tersebut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari Ursula Dewi, Indah Kumala Dewi dan Riko Budiman telah mendakwa kelima terdakwa dengan Pasal 554 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan Pasal 510 Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Dalam dakwaannya tersebut, JPU menilai jika kelima terdakawa telah menghilangkan sekitar 7000 lebih suara masyarakat di Kecamatan IT 2 Palembang saat pelaksanaan Pemilu 2019. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jambret di 11 Ulu Tewas Diamuk Warga

Palembang, KoranSN Yayang (29), tersangka jambret yang melancarkan aksinya di Lorong Sei Lumpur Kelurahan 11 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.