Home / Headline / Sidang Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel yang Rugikan Negara Rp 13 Miliar Akan Ungkap Fakta Tersangka Baru

Sidang Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel yang Rugikan Negara Rp 13 Miliar Akan Ungkap Fakta Tersangka Baru

Tersangka ‘AJ’ saat digiring jaksa ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Pakjo Palembang. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman mengungkapkan, persidangan dugaan kasus korupsi kredit modal kerja Bank Sumsel Babel dengan tersangka ‘AJ’ selaku Komisaris PT GI yang nanti akan digelar di Pengadilan Tipikor Palembang akan mengungkap fakta tersangka baru.

Menurutnya, di persidangan nanti keterangan para saksi akan digali oleh Majelis Hakim dan JPU sehingga akan mengungkap fakta-fakta hukum terkait pihak bank yang memberikan fasilitas kredit modal kerja ke PT GI hingga berakibat kerugian negara senilai Rp 13 miliar.

“Nah, dari fakta persidangan tersebutlah akan kami tindak lanjuti dengan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap tersangka barunya,” tegasnya, kemarin.

Dijelaskannya, sedangkan untuk proses hukum tersangka ‘AJ’, sejauh ini berkas perkara tersangka telah dilimpahkan pihaknya ke Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang.

“Dengan telah dilempahkan berkas tersebut maka saat ini JPU masih menyusun surat dakwaan. Setelah surat dakwaan selesai disusun, barulah JPU melimpahkan berkas perkara ke pengadilan guna persiapan persidangan tersangka ‘AJ’,” terangnya.

Masih dikatakannya, dalam mengungkap dugaan kasus ini, sudah banyak saksi yang telah diperiksa oleh Jaksa Penyidik Kejati Sumsel. Adapun para saksi yang telah diperiksa tersebut, diantaranya Direktur Bank Sumsel Babel yang di tahun tersebut menjabat dan para pejabat di Bank Sumsel Babel.

Baca Juga :   200 Anak Mekanik Dapat Paket Pendidikan

“Berdasarkan pemeriksaan para saksi tersebutlah ditemukan bukti yang kuat dalam dugaan kasus ini hingga ‘AJ’ selaku Komisaris PT GI ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan untuk penetapan tersangka baru, kita tunggu fakta persidangannya,” pungkas Khidirman.

Diketahui, terkait dugaan kasus ini sebelumnya Sekretaris Bank Sumsel Babel, Faisol Sinin ketika dimintai konfirmasi dan tanggapan terkait dugaan kasus tersebut dan telah ditahannya satu tersangka oleh Kejati Sumsel, Minggu (29/9/2019) enggan berkomentar banyak.

“Kami masih mengikuti perkembangannya,” ujar Faisol Sinin saat itu.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khidirman sebelumnya juga telah mengungkapkan, penetapan tersangka ‘AJ’ dalam dugaan kasus ini setelah Kejati Sumsel menerbitkan surat perintah penyidikan dengan Nomor SPDIK: PRINT-02/N.6/FD.1/08/2019 tanggal 07 Agustus 2019.

Dikatakannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat tersangka ‘AJ’, selaku Komisaris PT GI mengajukan pinjaman modal usaha kepada Bank Sumsel Babel dengan memberikan jaminan agunan berupa mesin bor tambang minyak dan dua bidang tanah yang berada di Jawa Barat.

“Pengajuan pinjaman tersebut terjadi di Kantor Bank Sumsel Babel pada tahun 2014 lalu. Dalam pertemuan dengan pihak Bank Sumsel Babel tersebut, tersangka ‘AJ’ menyodorkan agunan yang dijaminkan agar PT GI mendapatkan fasilitas kredit modal kerja, hingga dari pengajuan tersebut Bank Sumsel Babel menyetujui pengajuan tersangka dan PT GI menerima fasilitas kredit modal kerja senilai Rp 15 miliar,” katanya saat itu.

Baca Juga :   Pencarian Harta Karun Marak di Sungai Musi

Diungkapkannya, namun berjalannya waktu ternyata pembayaran kredit PT GI yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan di Kalimantan ini macet.

“Berawal dari temuan kredit macet tersebutlah lantas Jaksa Penyidik Kejati Sumsel melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, jaksa penyidik mendapati bukti jika dalam kredit modal kerja senilai Rp 15 miliar yang dikucurkan oleh Bank Sumsel Babel kepada PT GI tersebut, terjadi kerugian negara, dimana hasil audit BPK RI dalam dugaan kasus ini negara mengalami kerugian mencapai Rp 13 miliar lebih,” tegasnya.

Lebih jauh dijelaskannya, adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerugian negara tersebut yakni karena tersangka ‘AJ’ menaikan atau melakukan mark-up harga agunan yang dijaminkan. Padahal, dari hasil penyelidikan diketahui jika harga agunan yang dibuat tersangka tidak sesuai dengan kenyataannya.

“Jadi, mesin bor untuk tambang minyak dan dua bidang tanah yang diagunkan nilainya dinaikan atau di mark-up oleh tersangka ‘AJ’. Tujuannya supaya aset yang jadi agunan tersebut memenuhi persayaratan dalam pengajuan kredit modal kerja ke Bank Sumsel Bebel. Namun kenyataannya, hasil dari penyelidikan kami aset yang diagunkan itu nilainya lebih murah dari nilai kredit yang diterima tersangka. Untuk itulah dalam dugaan kasus ini terjadi kerugian negara,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Lahan Kosong di Jakabaring Terbakar, Kabut Asap Pekat Kian Parah (FOTO)

Palembang, KoranSN Kebakaran lahan hanguskan 2 hektare lahan kosong dijalan Gubernur H Bastari Jakabaring Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.