Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Sidang Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang, Kontraktor Proyek Hadapi Vonis Hakim

Sidang Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang, Kontraktor Proyek Hadapi Vonis Hakim

Hendy Tanjung. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Hari ini, Senin (25/11/2019) Ahmat Thoha yang merupakan kontraktor dan salah satu terdakwa dalam dugaan kasus korupsi proyek tugu batas Kota Palembang, diagendakan menghadapi pembacaan vonis Majelis Hakim diPengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Demikian diungkapkan, Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang, Hendy Tanjung, Minggu (24/11/2019).

Menurutnya, sidang dengan agenda vonis untuk terdakwa Ahmat Thoha digelar lantaran dalam persidangan sebelumnya, sidang dengan agenda eksepsi dan ruplik telah dilakukan.

“Untuk itulah, Senin besok (hari ini) terdakwa Ahmat Thoha diagendakan menjalani sidang vonis atau putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palembang,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, terkait agenda sidang putusan tersebut, pihaknya optimis dengan tuntutan Ahmat Thoha yang sebelumnya telah dibacakan dalam persidangan. Dimana saat itu, terdakwa Ahmat Thoha ditutut pihaknya dengan ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

“Hal tersebut karena kami selaku JPU menilai perbuatan terdakwa Ahmat Thoha telah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sedangkan untuk sidang vonis tiga terdakwa lainnya, yakni; Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Pemkot Palembang, terdakwa M Ichsan Pahlevi selaku kontraktor, dan Asmol Hakim selaku konsultan pengawas. Persidangnya akan digelar pada Senin 2 Desember 2019 mendatang.

Baca Juga :   Pencuri Uang Nasabah Bank Diringkus

“Dalam dugaan kasus ini kan jumlah terdakwanya ada empat orang. Dari keempat terdakwa ini, untuk terdakwa Ahmat Thoha yang lebih dulu menjalani sidang vonis lantaran saat sidang pledoi, terdakwa dan kuasa hukumnya lebih dulu menjalani sidang tersebut. Sedangkan untuk terdakwa Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi dan Asmol Hakim, saat itu kuasa hukumnya belum siap dengan pledoinya. Sehingga sidang dilanjutkan pada sidang berikutnya. Nah oleh sebab itulah untuk sidang vonis ini terdakwa Ahmat Thoha yang lebih dulu disidangkan,” terangnya.

Dilanjutkannya, meskipun pihaknya optimis jika dalam vonis nanti terdakwa Ahmat Thoha dijatuhkan hukuman yang sama dengan tuntutan pihaknya selaku JPU. Namun hal tersebut dapat berubah, apabila Majelis Hakim memiliki pendapat lain.

“Jadi kalau Majelis Hakim memiliki pendapat lain tentunya putusan untuk terdakwa dapat berubah. Walaupun demikian, kami tetap optimis dengan tuntutan kami,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan yang digelar, Senin (28/10/2019) Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang telah menuntut keempat terdakwa dengan hukuman masing-masing pidana 1 tahun 6 bulan penjara.

“Kami JPU menuntut terdakwa Ahmat Thoha, Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi dan Asmol Hakim terbukti secara sah dan meyakini melanggar Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan kami meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan putusan vonis kepada keempat terdakwa dengan hukuman masing-masing 1 tahun 6 bulan penjara, serta mendenda masing-masing terdakwa Rp 50 juta atau diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan,” tegas JPU Kejari Palembang, Hendy Tanjung kala itu.

Baca Juga :   Jadi Saksi Dugaan Korupsi Pajak, Eva Santana Akui Terima Uang Upah Pungut

Dugaan kasus ini terungkap hasil dari penyelidikan dan penyidikan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang hingga akhirnya, Rabu (17/6/2019) keempat tersangka yang kini sudah menjadi terdakwa dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang ke Jaksa Kejari Palembang.

Usai diserahkan ke jaksa, keempatnya saat itu dijebloskan Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang ke penjara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo Palembang.

Menindaklanjuti pelipahan tersebut, Senin (29/7/2019), Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang.

Bukan hanya itu, di hari yang sama Jaksa Pidana Khusus Kejari Palembang juga melakukan penyitaan uang kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Adapun jumlah uang yang disita dari keempat terdakwa, yakni sebesar Rp 505.923.660,08. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Gerebek Home Industri Mie Formalin di Ilir Barat I

Palembang, KoranSN Setelah lima tahu beroperasi, home industri pembuatan mie basah yang mengandung formalin di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.