Home / Seputar Polresta / Sidang Dugaan Korupsi Tugu Batas Palembang, Direktur CV Tiga Putra Perdana Mangkir

Sidang Dugaan Korupsi Tugu Batas Palembang, Direktur CV Tiga Putra Perdana Mangkir

Kempat terdakwa saat sidang di PN Tipikor Palembang. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Direktur CV Tiga Putra Perdana, Eko Suryadi mangkir dari panggilan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang untuk menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus korupsi tugu batas Kota Palembang di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1 A Palembang, Senin (9/9/2019).

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan empat terdakwa dalam dugaan kasus ini, adapun keempat terdakwa tersebut yakni; terdakwa Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang, terdakwa M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha yang keduanya merupakan kontraktor dan terdakwa Asmol Hakim selaku Konsultan Pengawas.

Meskipun Direktur CV Tiga Putra Perdana, Eko Suryadi tidak hadir, namun persidangan tetap berjalan dengan hadirnya satu saksi, yakni Minaldi selaku Notaris yang menerbitkan akte surat kuasa CV Putra Jasuma (perusahaan pemenang lelang pembangunan tugu batas kota di Jakabaring) dari terdakwa Ahmat Thoha selaku direktur kepada terdakwa Ichsan Pahlevi.

Baca Juga :   Mesum di Malam Ramadhan, 2 Pasangan Diciduk dari Kamar Penginapan di Sekip

Saat dihadirkan dalam persidangan saksi Minaldi mengatakan, sekitar Agustus 2013 terdakwa Ahmat Thoha pernah menemuinya untuk dibuatkan akte surat kuasa tersebut.

“Dia (Ahmat Thoha) datang meminta dibuatkan akte surat kuasa perusahaan tersebut, jadi kalau tidak salah terdakwa memang pernah menemui saya,” katanya.

Masih dikatakannya, sebelum dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi, dalam dugaan kasus ini dirinya juga pernah diperiksa oleh penyidik kepolisian.

“Ketika itu penyidik juga menanyakan terkait surat kuasa tersebut, namun karena sudah lama jadi saya lupa secara rinci,” katanya.

Mendengar saksi yang mengaku lupa membuat Majelis Hakim mengajukan pertanyaan terkait berkas dokumen penerbitan akte tersebut.

“Saya lupa Yang Mulai Majelis Hakim, dan saya ragu kayaknya memang pernah saya buat surat yang dimaksud. Namun saya lupa membawa berkas terkait hal tersebut,” katanya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim Kamaludin SH MH didampingi Hakim Anggota H Abu Hanifah SH MH dan Junaida SH MH meminta saksi untuk membawa berkas dokumen terkait surat kuasa tersebut pada sidang pekan depan.

Baca Juga :   Keluarga 'AY' Bantah Bupati Muara Enim Tertangkap OTT KPK

“Untuk saksi agar dalam sidang berikutnya dihadirkan kembali dalam persidangan dengan membawa berkas tentang dokumen surat kuasa terdakwa Ahmat Thoha. Maka dengan ini sidang kami tunda dan kembali dibuka Senin 16 September 2019,” tutup Hakim.

Sedangkan Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, dalam persidangan tersebut sebenarnya ada dua saksi yang diagendakan di persidangan. Namun dari kedua saksi hanya satu saksi yang hadir, sedangkan satu saksi lagi tidak hadir tanpa pemberitahuan.

“Dua saksi yang digandekan untuk hadir di persidangan ini yakni
Direktur CV Tiga Putra Perdana, Eko Suryadi dan Minaldi selaku Notaris. Dari keduanya hanya saksi Minaldi saja yang hadir, sementara untuk Eko Suryadi tidak menghadiri penggilan kami. Untuk itulah kami akan kembali melayangkan surat panggilan kepada saksi Eko Suryadi agar yang bersangkutan dapat hadir dalam persidangan berikutnya,” pungkas Andi. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jual Satwa Lindung di Medsos, Warga Prabumulih Ditangkap Tipidter Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.