Home / Seputar Polresta / Sidang Molor 7 Jam, 5 Terdakwa Komisioner KPU Dituntut Jaksa 6 Bulan Percobaan 1 Tahun

Sidang Molor 7 Jam, 5 Terdakwa Komisioner KPU Dituntut Jaksa 6 Bulan Percobaan 1 Tahun

Kelima terdakwa saat menjalani sidang di PN Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Setelah molor selama 7 jam dari jadwal sidang yang ditetapkan pukul 09.00 WIB, akhirnya sidang lima terdakwa Komisioner KPU Palembang dengan agenda tuntutan, Kamis sore (11/7/2019) pukul 16.00 WIB digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Palembang.

Dalam persidangan tersebut, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang yang terdiri dari Ursula Dewi, Indah Kumala Dewi dan Riko Budiman menuntut lima terdakwa, yakni; Eftiyani (Ketua KPU Kota Palembang), Alex Berzili (Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu), Syafarudin Adam (Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi), Abdul Malik (Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan) dan Yetty Oktarina (Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia) dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara percobaan 1 tahun.

Jaksa Penuntut Umum, Ursula Dewi saat membacakan tuntutan kelima terdakwa di persidangan mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang telah dihadirkan selama persidangan, terungkap fakta jika perbuatan kelima terdakwa telah melanggar Pasal 510 Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Menurut Jaksa, dari fakta persidangan juga telah mengungkap jika dalam perkara ini perbuatan kelima terdakwa terdapat unsur kesengajaan sehingga dalam Pemilu 2019 di Kecamatan IT 2 Palembang terdapat ada warga yang kehilangan hak suara karena tidak dapat memilih disebabkan kekurangan surat suara Pilpres. Padahal, sebelumnya surat suara yang dikirimkan oleh percetakan kepada pihak KPU Palembang sudah sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) warga Palembang.

“Adanya kekurangan surat suara ini merupakan tanggung jawab kelima terdakwa selaku penyelenggara Pemilu. Apalagi sebelum Pemilu 17 April 2019 digelar tepatnya tanggal 16 April 2019, kelima terdakwa melakukan pemusnahan surat suara yang berakibat terjadi kekurangan surat suara pada pelaksanaan Pemilu. Dari itulah, perbuatan kelima terdakwa menghilangkan hak suara warga terbukti secara sah menurut hukum,” tegasnya.

Baca Juga :   Hutang Narkoba Diduga Motif Suryadi Tembak Usman di Kampung Baru

Lebih jauh dikatakannya, dalam fakta persidangan juga terungkap adanya surat penyataan yang dibuat untuk alasan warga menolak dilakukan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL). Dimana dari fakta persidangan, untuk surat penyataan tersebut dinyatakan tidak bisa mewakili sejumlah warga di kawasan Kecamatan IT 2 yang tidak bisa memilih pada Pemilu 2019.

“Selain itu, untuk pelaksanaan PSL yang hanya digelar di 13 TPS dari 70 TPS yang direkomendasi oleh Panwascam, sebelumnya kelima terdakwa telah melakukan rapat dan terjadi kerjasama antara kelima terdakwa sehingga dalam pelaksanannya terdapat TPS yang tidak digelarkan PSL hingga mengakibatkan sejumlah hak suara warga hilang. Untuk itu, unsur perbuatan kelima terdakwa melakukan dan turut melakukan tindak pidana Pemilu terbukti secara sah menurut hukum,” paparnya.

Lanjut Jaksa Penutut Umum, meskipun demikian dalam perkara ini ada hal-hal yang memberatkan dan meringankan kelima terdakwa, yang mana untuk hal memberatkan, yakni kelima terdakwa telah menghilangkan hak suara warga. Sedangkan hal yang meringankan, kelima terdakwa berperan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 di Kota Palembang dan para terdakwa sopan serta kooperatif di persidangan.

“Maka dari itu kami Jaksa Penutut Umum dengan ini menuntut kelima terdakwa dengan Pasal 510 Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dengan hukuman 6 bulan penjara percobaan 1 tahun, dan denda Rp 10 juta atau kurungan 1 bulan,” tandasnya.

Usai mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa, Ketua Majelis Hakim, Erma Suhartini SH MH didampingi Hakim Anggota Mulyadi SH MH dan Subur Susatyo SH HM mengatakan, arti dari ancaman hukuman 6 bulan penjara percobaan 1 tahun dalam tuntutan Jaksa Penutut Umum tersebut, yakni jika dalam kurun waktu 1 tahun kelima terdakwa melakukan tindak pidana lainnya hingga dituntut dalam persidangan barulah kelima terdakwa dilakukan penahanan selama 6 bulan.

Baca Juga :   Jambret di 11 Ulu Tewas Diamuk Warga

“Jadi, maksud dari tuntutan tersebut, kelima terdakwa tidak perlu menjalani hukuman kurungan pidana 6 bulan tersebut. Asalkan, dalam 1 tahun kelima terdakwa tidak melakukan pidana lainnya. Sedangkan untuk denda Rp 10 juta yang dibebankan kepada masing-masing terdakwa, jika denda tersebut tidak dibayarkan ke negara maka diganti dengan kurungan selama 1 bulan. Terkait tuntutan ini, silahkan kelima terdakwa atau kuasa hukum menanggapinya,” ujar Majelis Hakim.

Sementara Kuasa Hukum kelima terdakwa, Rusli Bastari mengatakan, menanggapi tuntutan dari Jaksa Penutut Umum maka pihaknya akan mengajukan pledoi (pembelaan).

“Kami akan mengajukan pledoi Yang Mulia Majelis Hakim,” ujarnya dalam persidangan.

Setelah mendengar jawaban dari kuasa hukum terdakwa, selanjutnya Ketua Majelis Hakim, Erma Suhartini SH MH menutup persidangan dan akan kembali membuka persidangan, Jumat (12/7/2019).

“Persidangan ini akan kita lanjutan kembali besok pagi (hari ini) dengan agenda pledoi lalu dilanjutkan sidang replik dan duplik. Kemudian sekitar pukul 11.00 WIB, kita akan gelar sidang putusan atau vonis untuk kelima terdakwa,” tutup Ketua Majelis Hakim.

Diberitakan sebelumnya, dalam persidangan dengan agenda dakwaan, Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa kelima terdakwa dengan Pasal 554 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan Pasal 510 Undang-Undang Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam dakwaan tersebut JPU menilai jika kelima terdakawa telah menghilangkan sekitar 7000 lebih hak suara masyarakat di Kecamatan IT 2 Palembang pada pelaksanaan Pemilu 2019, yang awalnya dikarenakan adanya kekurangan surat suara Pilpres. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jambret di 11 Ulu Tewas Diamuk Warga

Palembang, KoranSN Yayang (29), tersangka jambret yang melancarkan aksinya di Lorong Sei Lumpur Kelurahan 11 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.