Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Foto / Sidang OTT Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Diduga Terima Uang Suap Saat di Palembang

Sidang OTT Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Diduga Terima Uang Suap Saat di Palembang

Terdakwa Robi Okta Fahlevi saat menjalani sidang. (Foto-Ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Ketua DPRD Muara Enim, Aries diduga ikut menerima uang suap 16 paket proyek terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim tahun 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim dari terdakwa Robi Okta Fahlefi di kediamannya.

Hal tersebut terungkap dari keterangan saksi Edi Hermadi selaku Manager PT Indo Paser Beton saat bersaksi dalam sidang terdakwa Robi Okta Fahlefi di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Selasa (26/11/2019).

Dikatakan saksi Edi Hermadi, jika PT Indo Paser Beton merupakan perusahaan di bidang kontraktor milik terdakwa Robi Okta Fahlefi, yang mendapatkan 16 paket proyek terkait dana aspirasi DPRD Muara Enim tahun 2019 di Dinas PUPR Muara Enim.

“Proyek tersebut didapatkan PT Indo Paser Beton, karena terdakwa Robi memberikan fee. Bahkan dalam penyerahan fee ini, saya yang menemani terdakwa Robi menyerahkan uang Rp 2 miliar lebih kepada Ketua DPRD Muara Enim Aries di rumah Aries di Palembang. Dalam penyerahan uang itu, Aries yang menerimanya langsung. Lalu beberapa hari kemudian, saya kembali menemani terdakwa Robi menyerahkan uang kepada Aries di rumahnya. Uang tersebut terdiri dari uang Rp 500 juta dan uang Yuan Cina senilai Rp 400 juta,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, selain dirinya menemani terdakwa Robi Okta Fahlefi mengantarkan uang kepada Ketua DPRD Muara Enim, ia juga menemani terdakwa menyerahkan sejumlah uang kepada A Elfin MZ Muchtar (tersangka berkas terpisah) di salah satu warung mie di kawasan Jalan Alang-alang Lebar Palembang hingga berujung terjadinya OTT KPK.

Baca Juga :   KPU Banyuasin Musnahkan Surat Suara Salah Cetak

“Awalnya A Elfin MZ Muchtar menelpon Robi dan menyampaikan jika Bupati Ahmad Yani meminta disediakan uang dollar Amerika Serikat sebesar USD35.000 dan uang Rp 500 juta. Usai mendapat telpon tersebut, Robi meminta saya menyediakan semua uang itu, sehingga saya pun menghubungi pegawai saya di PT Indo Paser Beton agar menyediakan uang itu,” ujarnya.

Masih dikatakannya, setelah semua uang itu telah siap barulah terdakwa Robi mengajaknya menemui A Elfin MZ Muchtar di warung mie kawasan Jalan Alang-alang Lebar Palembang tersebut.

“Nah saat kami menyerahkan uang kepada A Elfin MZ Muchtar inilah, kami tertangkap OTT KPK. Tapi usai tertangkap OTT saya tidak dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

Sementara Staf Administrasi PT Indo Paser Beton, Jenever Sapriati yang juga menjadi saksi dalam persidangan mengungkapkan, jika PT Indo Paser Beton merupakan milik terdakwa Robi Okta Fahlefi, sedangkan manager perusahaannya yakni saksi Edi Hermadi.

“Saya menjadi saksi dalam perkara ini dikarenakan barang bukti OTT KPK, yakni uang dollar Amerika Serikat sebesar USD35.000, saya yang memesankannya ke pihak bank dengan membeli mata uang itu. Sebab di bank tersebut, rekening kami telah didaftarkan Pak Robi (terdakwa) sebagai nasabah prioritas. Namun dalam hal ini saya hanya memesankannya saja, kalau yang mengambil uang dolar tersebut di bank, yakni rekan kerja saya Santi Inarma,” paparnya.

Baca Juga :   BSB Gelontorkan Rp 570 Juta untuk Santunan

Sedangkan Santi Inarma yang juga saksi di persidangan tersebut membenarkan, jika uang dollar Amerika Serikat sebesar USD35.000 itu dirinya yang mengambil di bank.

“Namun saat sedang mengambil uang dolar tersebut, Pak Edi Hermadi manager perusahaan menelpon dan meminta saya agar mengambilkan uang Rp 500 juta di rekening bank. Sehingga saya menghubungi staf administrasi perusahaan, yakni Jenever Sapriati lalu saya pun mencairkan uang tersebut dari rekening. Setelah itu, semua uang tersebut termasuk uang dolar saya serahkan kepada Pak Edi Hermadi,” ungkapnya.

Kemudian dalam persidangan tersebut, juga dihadirkan Budi Wahyudi dan Devi Kristia yang merupakan pegawai di bank tempat saksi Jenever Sapriati dan Santi Inarma mencairkan uang Rp 500 juta, dan membeli uang dollar Amerika Serikat sebesar USD35.000.

“Kami merupakan pegawai Bank Mandiri Cabang Palembang. Untuk terdakwa Robi yang merupakan pemilik PT Indo Paser Beton memang merupakan nasabah prioritas kami sejak tahun 2018. Untuk itulah saat pembelian uang dolar tersebut, Pak Robi sebelumnya sempat menghubungi kami. Setelah itu barulah datang Ibu Santi Inarma yang merupakan pegawai Pak Robi mengambil uang dolar tersebut,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kawanan Pengguna Sabu Diringkus Tim Belut Polsek Gandus

Palembang, KoranSN A Subhan (52), warga Jalan Kapten A Rivai Lorong Muawanah Kelurahan 26 Ilir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.