Sidang OTT Bupati Muara Enim, Uang Rp 2 Miliar di Plastik Keresek Hitam Untuk Ketua DPRD Aries HB

Ketiga saksi saat memberikan keterangan dalam persidangan di PN Tipikor Palembang. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Dalam sidang lanjutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang dengan terdakwa A Elfin MZ Muchtar selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan dan PPK Dinas PUPR Muara Enim, Selasa (7/1/2020) dihadirkan tiga saksi, yang memberikan keterangan di persidangan.

Ketiga saksi tersebut, yakni; Manager PT Indo Pasir Beton, Edi Rahmadi alias Didi, Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lelang, Ilham Sudiono, dan Staf PUPR Muara Enim, Ahmad Dani.

Edi Rahmadi alias Didi saat memberikan kesaksian mengatakan, jika dirinya merupakan pegawai di PT Indo Pasir Beton, yang merupakan perusahaan milik Robi Okta Fahlefi (terdakwa berkas terpisah).

“Di PT Indo Pasir Beton ini, saya menjabat sebagai manager perusahaan. Dari itulah saya selalu diminta Robi Okta Fahlefi untuk menemaninya memberikan uang fee proyek kepada Bupati Ahmad Yani dan juga kepada Ketua DPRD Muara Enim Aries HB. Dalam penyerahan uang fee ini, saya lupa berapa nominal uang yang diserahkan untuk Ahmad Yani, sebab yang tahu jumlah uang tersebut yakni Robi. Namun kalau untuk pemberian uang kepada Aries HB saya masih ingat, adapun jumlah uangnya yakni Rp 2 miliar, dimana uang tersebut ditempatkan di plastik kresek warna hitam lalu uangnya diantarkan oleh saya dan Robi kepada Aries HB,” paparnya.

Baca Juga :   Bupati Banyuasin Yan Anton Ditangkap KPK

Sementara Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lelang, Ilham Sudiono saat bersaksi mengungkapkan, dalam dugaan kasus ini perusahaan milik Robi Okta Fahlefi memenangkan lelang hingga mendapatkan 16 paket proyek pekerjaan lantaran telah diarahkan olehnya.

“Saya melakukan hal tersebut sesuai perintah Bupati Muara Enim melalui A Elfin MZ Muchtar. Usai perusahaan Robi memenangkan lelang, saya memang menerima uang Rp 1,5 miliar dari Robi,” ujarnya.

Kemudian saksi Ahmad Dani selaku Staf PUPR Muara Enim ketika memberikan kesaksian di persidangan mengatakan, jika dalam perkara ini dirinya hanya menemami A Elfin MZ Muchtar ke salah satu rumah makan mie yang berada di Palembang.

Baca Juga :   Uji Coba LRT Palembang Dilakukan Tertutup

“Ketika itu A Elfin MZ Muchtar meminta saya menemaninya makan mei, namun setelah berada di rumah makan tersebut kami bertemu dengan Robi. Lalu, tak lama kemudian kami tertangkap OTT KPK. Jadi awalnya saya tidak tahu dugaan kasus ini, saya tahunya setelah adanya OTT tersebut. Sebab petugas KPK saat itu mengamankan barang bukti uang dolar dari A Elfin MZ Muchtar, yang ternyata uang itu sebelumnya diterima A Elfin MZ Muchtar dari Robi,” tandasnya.

Usai mendengar keterangan dari ketiga saksi, selanjutnya Ketua Majelis Hakim, Erma Suharti SH menunda dan menutup persidangan terdakwa A Elfin MZ Muchtar hingga Selasa depan.

“Sidang ditutup dan akan kembali dibuka pada Selasa 14 Januari 2020 dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya,” tutup Ketua Majelis Hakim. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Motor Adu Kambing di Simpang Bandara, 1 Tewas

Palembang, KoranSN Dua sepeda motor terlibat kecelakan adu kambing di Jalan Letjend Harun Sohar, tepatnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.