Home / Gema Sriwijaya / Sinkronisasi APBDes untuk Pembangunan Pamsimas

Sinkronisasi APBDes untuk Pembangunan Pamsimas

Tampak suasana rapat pembahasan APBDes untuk Pamsimas. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Guna melaksanakan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 di tiap desa dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Bappeda Muratara bersama pengurus Pamsimas menggelar rapat singkronisasi APBDes, bertempat di Auditorium Setda Muratara, kemarin.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten III Alwi Roham, Tenaga Ahli CDCB dari Provibsi Sumsel Gusti Fajrianto bersama Redison Bob, Koordinator Pamsimas Kabupaten Muratara Rinto bersama jajaran, Kades dan sekdes yang ada di Kabupaten Muratara.

Koordinator Pamsimas Kabupaten Muratara, Rinto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan realisasi APBDes yang belum teranggarkan sebanyak 10 persen dari total RKM.

“Kita undang sebanyak 50 kepala desa baik yang sudah dan dalam pelaksanaan pembangunan Pamsimas,” kata Rinto.

Rinto menjelaskan apabila terjadi kesalahan dalam rencana anggaran biaya (RAB), mereka bisa merevisi sesuai dengan yang sekarang dan harganya berdasarkan survei toko.

Baca Juga :   Bupati Sedih, Kades di PALI Tidak Terima Tantangannya

“Sekarang ini Pamsimas sudah diaudit oleh BPKP, desa yang sudah mendapatkan bantuan Pamsimas bisa mendapatkan lagi bantuan Pamsimas di tahun berikutnya, cuma disini ada ketegorinya desa terbaik,” jelasnya.

Sementara Inspektur Muratara, Romsul Panani mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan Pamsimas.

“Rugilah bagi desa desa yang tidak mau membangun Pamsimas. Kami dari inspektorat meminta dana yang 10 persen dari APBDes, jangan sampai proyek fisiknya tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kepada pengurus Pamsimas, sebelum melaksanakan pembangunan Pamsimas terlebih dahulu melengkapi dokumen-dokumennya seperti surat hibah dari masyarakat dan lain sebagainya.

“Karena Pamsimas ini menggunakan APBDes dan APBN maka Pamsimas milik pemerintah bukan milik perorangan, jadi lokasi tanah pembangunan pamsimas harus ada surat hibahnya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Muratara Erwin Syarif mengatakan di Kabupaten Muratara ada 17 desa yang mendapatkan pembangunan Pamsimas.

Baca Juga :   Sampah Menumpuk di Mabes Prabumulih Utara

“Ada 12 desa yang menggunakan APBN, 3 desa yang menggunakan APBD dan 2 desa yang mendapatkan hibah dari pusat,” kata Erwin Syarif.

Dari 17 desa yang mendapatkan bantuan pembangunan Pamsimas tersebut lanjut Erwin Syarif, terbagi dalam beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Rawas ulu 4 unit, Kecamatan Ulu Rawas 4 unit, Kecamatan Rupit 4 unit, di Kecamatan Nibung 2 unit di Kecamatan Rawas ilir 1 unit dan di Kecamatan Karang Jaya 1 unit.

“Sumber dananya 70 persen dari APBN, 16 persen berupa swadaya masyarakat (Inken) 4 persen berupa uang kes (Inces) dan 10 persen dari Dana APBDes,” jelasnya.

Ia menambahkan, bagi desa yang sudah atau sedang melaksanakan kegiatan pamsimas mereka harus menggangarkan 10 persen dari APBDes untuk kegiatan Pamsimas tersebut.

“Bagi desa yang sudah atau yang sedang melaksanakan pembangunan Pamsimas pada tahun 2016, 2017, 2018 maka dana 10 persen tersebut harus dianggarkan dalam APBDes perubahan,” pungkasnya. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sidak, Sekda Lahat Januarsyah Temukan Banyak ASN Bolos dan Ruangan Kantor Terkunci

Lahat, KoranSN Tingkat disiplin ASN di Kabupaten Lahat masih jauh dari kata sempurna. Sebab masih …