Home / Ekonomi / Sisternet Tingkatkan Perekonomian Desa

Sisternet Tingkatkan Perekonomian Desa

Sisternet tingkatkan perekonomian pedesaan. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkomitmen kuat untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era ekonomi digital. Untuk itu, melalui program Sisternet, XL Axiata sangat antusias menyambut kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) untuk meningkatkan kemampuan masyarakat di wilayah pedesaan dalam memanfaatkan keunggulan teknologi internet cepat dan media sosial (medsos) guna meningkatkan produktivitas ekonomi.

Implementasi program kerjasama ini diawali di Pandeglang, Banten dengan sebuah lokakarya atau workshop calon pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) daerah tertinggal dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Hadir dalam acara ini antara lain Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, dan Group Head Corporate Communications PT. XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih dan Direktur Pengembangan SDM Ditjen PDT Kemendesa Priyono.

Group Head Corporate Communications PT. XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih mengatakan, “XL Axiata sejak awal berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat dalam memasuki era digital. Hal itu kami wujudkan dengan terus memperluas wilayah layanan data dan internet cepat 4G hingga ke pelosok-pelosok daerah di hampir seluruh provinsi Indonesia. Selain itu, kami juga menggelar program-program yang bersifat memperluat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan internet untuk tujuan produktif, baik guna meningkatkan perekonomian, pendidikan, maupun aktivitas sosial ekonomi lainnya. Kami menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Desa ini, yang insyallah akan meliputi berbagai wilayah di Tanah Air dalam setahun ke depan.”

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, mengatakan, “Saat ini terdapat 122 daerah tertinggal di Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.

Diperlukan strategi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal salah satunya melalui pengembangan perekonomian masyakakat. Percepatan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di daerah tertinggal ini tidak dapat dilakukan dengan cara biasa, diperlukan implementasi teknologi dan inovasi, termasuk untuk membuka jaringan pemasaran di daerah teringgal. Untuk itulah pengembangan ekonomi digital perlu diterapkan pada daerah-daerah tertinggal ini. (ima)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Sambut Lebaran, BSB Siapkan Rp 1 Triliun

Palembang, KoranSN Dalam rangka menyambut lebaran atau Hari Raya Idul Fitri Bank Sumsel Babel menyiapkan ...

error: Content is protected !!