Home / Foto / Siswa Berkebutuhan Khusus Tetap Bersemangat Ikuti Ujian Nasional Tingkat SD

Siswa Berkebutuhan Khusus Tetap Bersemangat Ikuti Ujian Nasional Tingkat SD

UJIAN NASIONAL SD- Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 30 Palembang, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) terpaksa mengikuti ujian di dalam mobil dengan pengawasan seorang guru, Senin (15/5). Siswa tersebut menyandang kebutuhan khusus traumatis sehingga sangat sulit menyesuaikan diri terhadap situasi sekitar.– Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Palembang, koransn.com
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) yang dilakukan serentak, Senin (15/5) tidak hanya dilakukan siswa normal. Siswa berkebutuhan khusus di SD Negeri 30 Palembang dengan antusias juga mengukuti ujian akhir tersebut.

Meski dalam kondisi yang dikatakan ada kekurangan, para siswa tersebut tetap semangat mengikuti UN di hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Kepala Sekolah SDN 30 Palembang, Nuraini Spd Msi mengatakan, pelaksanaan ujian nasional hari pertama berjalan dengan lancar. Dalam ujian itu terdapat 105 siswa yang diantaranya 27 siswa berkebutuhan khusus mengikuti ujian.

“Untuk anak berkebutuhan khusus, tidak ada bedanya dengan siswa lainnya. Jadi, sama-sama layak untuk ikut ujian nasional, kelasnyapun tidak dibedakan, artinya mereka semua bergabung dengan siswa lainnya,” ungkap Nuraini.

Baca Juga :   Pesantren Ramadhan Tahfidz Kiai Marogan Digelar di Masjid Nurul Aisyah & Masjid Ubadi Al Wadi Al ‘Anazi

Ia melanjutkan, pelaksanaan ujian dihari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan enam ruang kelas. Dimana setiap kelas diisi oleh 20 siswa dan digabung dengan anak berkebutuhan khusus disetiap kelasnya.

“Dari enam ruang kelas yang digunakan untuk ujian nasional diisi empat sampai lima siswa yang berkebutuhan khusus, memang mereka anak didik kita semua jadi tidak ada bedanya. Namun, dalam pelaksanaannya memang ada satu siswa yang mengikuti ujian di mobil. Hal ini dikarenakan siswa tersebut malu kalau bergabung dengan yang lain,” ujarnya.

Dikatakannya, siswa berkebutuhan khusus yakni anak yang jika dilihat secara signifikan merupakan seorang anak yang memiliki kelainan baik dalam fisik, emosional, mental ataupun sosial. Maka dari itu, seoarang anak yang memiliki kebutuhan khusus membutuhkan pendidikan yang juga berkebutuhan khusus.

Baca Juga :   Derita Hydrocephalus, Rahmad Ananda Butuh Bantuan Dermawan

Masih kata Nuraini, terkait UN tersebut pihaknya saat ini belum bisa memastikan apakah anak didiknya akan lulus 100 persen, dikarenakan semuanya tergantung proses penilaian baik dari hasil ujian maupun kehadiran dan tingkah laku para siswa.

“Kita tidak bisa memastikan apakah siswa akan lulus semua, mudah-mudahan semuanya berjalan dengan aman dan Insya Allah semuanya akan lulus dengan nilai yang baik,” katanya.

Dia berharap kepada anak didiknya, setelah lulus nantin agar bisa mengikuti sekolah tingkat lanjut. Jangan berhenti belajar, karena banyak belajar akan menambah banyak pengetahuan. Selain itu ia berharap agar anak didiknya jangan salah memilih sekolah, karena pergaulan juga akan menentukan kepribadian anak.

“Setelah lulus dari SD dan melanjutkan sekolah, kami berharap anak bekebutuhan khusus ini bisa mengikuti perkembangan dengan baik dan normal agar kedepan mereka tidak dibedakan dengan siswa normal lainnya,” tandasnya.

Sementara, salah satu siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian di mobil, A Farizi Wahid mengatakan, dirinya merasa malu ikut ujian bersama siswa lainnya karena dirinya pernah mengalami traumatis. Untuk itulah, ia memilih melakukan ujian di dalam mobil.

“Soal ujiannya juga gampang-gampang susah. Saya bercita-cita mau jadi pengusaha makanya saya tetap ingin mengukuti ujian,” singkatnya. (rgn)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Pindah ke Kalimantan

Jakarta, KoranSN Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah untuk hati-hati atas rencana pemindahan ibu kota …