Spesialis Copet Bus Kota Diamuk Massa

DIAMANKAN- Redo dan Iyan Pratama (19) spesialis copet bus kota saat diamankan di Polsek IT I Palembang.
FOTO-DEDY/KORANSN

Palembang,Koran SN

Redo (18), warga Jalan Dwikora bersama rekannya Iyan Pratama (19), warga Lorong Kencana RT 15 Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I, dua spesialis copet bus kota, Senin (20/6/2016) diamuk massa usai beraksi di bus kota jurusan Pusri-Kertapati.

Akibatnya, kedua tersangka babak belur, beruntung usai kejadian anggota kepolisian Polsek IT I yang tengah melakukan patroli melintas di lokasi hingga kedua tersangka berhasil diselamatkan dari amukan massa dan selanjutnya keduanya, dibawa ke Mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan lebihlanjut.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti, Selasa (21/6/2016), tersangka Redo mengungkapkan, dirinya dan Iyan Pratama melakukan aksi copet di dalam bus kota bersama rekannya ‘HR’ (DPO). Awalnya, mereka naik bus kota dari Jalan Veteran. Ketika di dalam bus kota, para tersangka ini melihat HP di saku korbannya.

“Korban saat itu sedang berdiri di dekat jendala, lalu saya berdiri di sebelah korban, sedangkan ‘HR’ di belakang korban. Kemudian, saya mengalihkan pandangan korban dengan menutup jendala. Disaat itulah, ‘HR’ mengambil HP korban. Ketika beraksi ternyata aksi kami diketahui korban hingga korban berteriak. Oleh ‘HR’ korban langsung dipukul, lalu ‘HR’ kabur sedangkan saya dan Iyan tertangkap dan diamuk massa,” katanya.

Baca Juga :   Penyelundupan Sabu Senilai Milyaran Rupiah Gagal Beredar

Masih dikatakannya, jika aksi pencopetan di dalam bus kota telah dilakukannya dua kali. Hal itu nekat dilakukannya karena butuh uang untuk lebaran. “Saya perlu uang untuk membelikan baju keponakan saya buat lebaran nanti, dari itulah kami mencopet,” katanya.

Sementara tersangka Iyan Pratama menambahkan, dirinya juga telah dua kali ini melakukan aksi pencopetan di dalam bus kota. Setiap kali aksinya, dirinya berperan menghalang-halangi korbannya.

“Saat itu saya tugasnya hanya berdiri di depan korban. Jadi di dalam bus korban kami pepet. Kalau saya dan Redo saat beraksi tak membawa pisau, hanya ‘HR’ yang memawa pedang di dalam tasnya,” tandasnya.
Kapolsek IT I AKP Rivanda mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap massa usai mecopet di dalam bus kota. Bahkan para tersangka merupakan residivis dan juga spesialis copet bus kota.

Baca Juga :   KPK Dalami Peran Aktif Nurhadi dan Menantunya Kasus Suap-Gratifikasi

“Ketika kejadian bus kota yang dikendarai korban berhenti di Simpang Charitas. Lalu, korban teriak hingga kedua tersangka berhasil diamankan. Sementara untuk satu tersangka lagi, berinisial ‘HR’ berhasil kabur dan kini masih dalam pengejaran anggota di lapangan. Atas ulahnya, para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP yang ancamannya maksimal 7 tahun penjara,” tegas Kapolsek. (ded)

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Telisik Perjalanan Jaksa Pinangki, Kejagung Periksa Pejabat Imigrasi

Jakarta, KoranSN Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali memeriksa dua saksi dalam perkara dugaan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.