Home / Politik dan Pemerintahan / Status Siaga Darurat Karhutla Sumsel Diperpanjang Hingga 30 November

Status Siaga Darurat Karhutla Sumsel Diperpanjang Hingga 30 November

Suasana rapat membahas penanganan dan perpanjangan Satgas Karhutla Sumsel tahun 2019. (Foto-Humas Kodam)

Palembang, KoranSN

Status siaga darurat penanggulangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Sumsel diperpanjang selama 21 hari, yakni hingga 30 November 2019.

Selain memperpanjang status siaga darurat Karhutla, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga menyiapkan dan menganggarkan semua keperluan Satgasgab Karhutlah.

Hal tersebut diungkapkan dalam kegiatan Rapat Membahas Penanganan dan Perpanjangan Satgas Karhutla Sumsel tahun 2019, yang dipimpin oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, bertempat di Kantor BPBD Sumsel Jalan Gubernur Haji Asnawi Mangku Alam, Kota Palembang, Jumat (8/11/2019) pukul. 08.30 WIB.

Hadir dalam rapat pembahasan tersebut antara lain, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan SIP MHum, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono LO AD BNPB Kolonel Inf Triadi Murwanto LO AU BNPB Kolonel Lek Taufik Hari, Karoops Polda Sumsel Kombes Djihartono, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Kadisops Lanud SMH Palembang Letkol Pas Iyan Rusdian SE, Kalaksa BPBD Sumsel H Iriansyah, Perwakilan BMKG Beny, Kadis Kehutanan Sumsel Pandji Tjahjanto, Kadis Perkebunan Sumsel H Fakhrurrozi Rais, Kadis Pertanian TPH Sumsel diwakilkan Tuti Murti, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa diwakilkan Sri Mulya Gustin, Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Edwar dan Kabid Kesehatan P2 PL Sumsel Feri Januar.

Baca Juga :   Susno Duadji: Maju ke Pilgub Jika Rakyat Menginginkan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), Iriansyah mengatakan, bahwa sejak dibentuknya Satgas Karhutla TMT 6 Maret-31 Oktober 2019, Satgas telah melaksanakan berbagai upaya untuk memadamkan Karhutla.

Menurutnya, kondisi panas saat ini berdasarkan prediksi BMKG kondisi musim hujan bergeser dari perkiraan awal, karena adanya pusaran siklon cuaca yang sangat ekstrim terjadi di Utara Indonesia, yakni sebanyak 3 pusaran.

“Biasanya dengan 2 pusaran saja, siklon cuaca ini sudah menimbulkan dampak kekeringan yang parah, apalagi hingga 3 buah penyampaian dari BMKG. Adanya 3 pusaran siklon cuaca ini menyebabkan terjadinya cuaca yang kering dan sangat panas di sebagian besar wilayah Indonesia, karena siklon tersebut menarik uap-uap air yang ada di seluruh belahan dunia ke dalam lingkaran pusarannya.Termasuklah wilayah Sumatera Selatan menjadi kering akan uap air dan potensi hujan turun juga sangat minim,” katanya dalam rilis resmi Pendam II/Sriwijaya kepada Suara Nusantara.

Selain itu, berdasarkan berbagai keterangan yang disampaikan oleh kepala BPBD, BMKG serta pertimbangan-pertimbangan yang diberikan dari peserta rapat lain, termasuk oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan dan Kapolda Irjen Pol Firli Bahuri, maka Gubernur Sumsel H Herman Deru selaku pemimpin rapat memutuskan bahwa, Satgasgabungan Karhutbunlah diperpanjang selama 21 hari, dengan konsekwensi Pemerintah Provinsi Sumsel akan menyiapkan dan menganggarkan semua keperluan Satgasgab Karhutbunlah selama masa perpanjangan, hingga tanggal 30 November 2019.

Baca Juga :   Herman Deru Ajak Warga Alang-Alang Lebaran Prakarsai Pembangunan Rumah Tahfidz

Masa waktu perpanjangan dan penambahan pasukan akan dikerahkan di tiga wilayah kabupaten yang potensi hot spotnya masih besar, diantarnya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabubaten Ogan Ilir dan Kabupaten PALI.

Kemudian untuk penempatan pasukan gabungan nantinya dikumpulkan terlebih dahulu di Markas Kodim 0402/OKI, lalu dilakukan pemberian pembekalan pengetahuan seputaran Karhutla. Dengan demikian, diharapkan pada Minggu (10/11/2019) Satgas sudah berada diposisi yang diharapkan.

Diakhir kegiatan tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan menekankan, agar Tim Subsatgas Gabungan Darat yang berada di masing-masing wilayah tetap menjaga dan melaksanakan kegiatan patroli gabungan sampai dengan hujan turun secara merata diseluruh wilayah.

“Libatkan unsur pemerintah mulai dari tingkat daerah sampai dengan tingkat desa, Toga, Todat dan Tomas untuk mencegah munculnya titik api yang baru. Untuk wilayah yang sudah tidak ada titik api lagi, agar tetap menyiagakan personilnya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan”, pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Jembatan Ponton Ditender Januari 2020

Palembang, KoranSN Jembatan ponton penghubung Kecamatan Ulu Musi dan Kecamatan Paiker Kabupaten Empat Lawang yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.