Home / Ekonomi / Stok Beras Dan Migor Aman

Stok Beras Dan Migor Aman

lustrasi-minyak-goreng_663_382
Palembang, SN
Stok ketersediaan barang terutama beras dan minyak goreng akan aman sampai 6 bulan kedepan, meskipun harga kebutuhan pokok naik turun namun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel menjamin ketersediaan barang cukup. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Mukti Sulaiman di Hotel Aryduta, kemarin.

Dikatakannya, keberadaan Tim Pengendali Inflasi Daerah tetap melakukan pengawasan penuh terhadap harga-harga barang tersebut. Tetapi yang menjadi kendala utama adalah menjaga harga barang dan jasa dalam jangka panjang. Persoalan distribusi barang kerap menjadi kendala pengendalian harga sehingga menimbulkan indikasi inflasi. Kurangnya suplai barang yang memicu harga-harga menjadi mahal.

“Karena itu tugas pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur agar suplai barang tersebut benar-benar maksimal tiba di masyarakat dan pasar,”ujarnya.

Baca Juga :   Pusri Doa Bersama 1000 Anak Yatim

Diharapkannya, masyarakat Sumsel menyepakati lokasi sentralisasi beras pada masing-masing kabupaten/kota di Sumsel. Sehingga angka inflasi Sumsel bisa ditekan. Ada sekitar 17 bahan pokok yang mempengaruhi harga dipasar, namun yang mendominasi 9 bahan pokok seperti beras, gula, gandum, dan sebagainya.

Dalam menjaga laju inflasi dikatakannya, pihaknya juga memperhitungkan komoditas lainnnya seperti cabe agar harganya dapat tetap terjaga dipasaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya cabe selalu menjadi penyumbang inflasi, tapi mengingat Lebaran tahun ini akan jatuh dibulan Juni bisa dipastikan komoditas cabe akan tetap aman dipasaran.

Baca Juga :   THE 1O1 Tawarkan Masakan Serba Gurame

“Hal itu lantaran produksi cabe kita paling melimpah pada bulan Juni. Juli dan Agustus, dan akan berkurang September hingga Oktober, kuncinya kita tinggal menjaga distribusi agar tetap lancar dan terkendali,” katanya.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ruslan Bahri menambhakan, untuk menjaga inflasi Provinsi Sumsel telah mengefektifkan peran TPID di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi. Tim TPID sudah melakukan aksi untuk menekan laju inflasi Sumsel kedepan, seperti diketahui inflasi Provinsi Sumsel terbaik seSumatera ditahun 2013 lalu.

“Kita kembali berpeluang untuk mengejar prestasi itu lagi mengingat saat ini  kita telah mengalami deflasi dengan 1,12% ini” ujarnya. (ima)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Rupiah Jumat Sore Terapresiasi Masih Terimbas Kebijakan BI

Jakarta, KoranSN Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore (23/8/2019) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.