Sukirman Dibacok dan Dipukul Balok Kayu Hingga Tewas

Kelima tersangka (baju tahanan) ketika memperagakan adegan pembunuhan korban Sukirman Hatta.(foto-andi/koransn)

Prabumulih, KoranSN

Polres Prabumulih meringkus lima tersangka dari enam pelaku kasus pembunuhan korban Sukirman Hatta (27), warga Jalan Penulal 1 Kecamatan Prabumulih Timur, yang jenazahnya ditemukan di dalam karung di kawasan Payuputat Kecamatan Prabumulih Utara.

Adapun kelima tersangka tersebut yakni; Panja (39), Romsadi (31), kemudian Ongki (29), Topan (30) dan Mayen (22). Sementara satu pelaku lagi yang berperan sebagai eksekutor berinisial ‘PO’ masih DPO.

Untuk melengkapi berkas paraka kasus tersebut, Rabu (12/6) digelar rekonstruksi kasus pembunuhan korban. Rekonstruksi langsung dipimpin Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk MH SIk SH di halaman Mapolres Prabumulih.

Terungkap dalam rekonstruksi yang digelar sebanyak delapan adegan tersebut, korban tewas setelah dibacok dengan parang lalu dipukul menggunakan balok kayu. Setelah tewas, jenazah korban dimasukan ke dalam karung lalu dibuang pelaku ke kebun milik warga di kawasan Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat pada Minggu sore (9/6).

Dalam rekonstruksi, pembunuhan berencana itu bermula saat para pelaku menuding korban diduga terlibat aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) milik salah satu tersangka.

Pada adegan pertama, para pelaku berkumpul dan merencanakan niatannya tersebut, lalu keenam tersangka berbagi peran. Selanjutnya, kedua tersangka, yakni Panja dan Romsadi yang lebih dahulu berhasil ditangkap dan masih berhubungan keluarga dengan korban, mendapatkan tugas menjemput korban di kediaman korban.

Baca Juga :   Diduga Mencuri Kambing, Dua Pemuda di PALI Diamankan Warga

Pada adegan berikutnya, usai dijemput korban sempat dimintai keterangan oleh tersangka karena dicurigai diduga mencuri sepeda motor. Kemudian para tersangka langsung membeset leher korban dan membacok tubuh korban dengan mengunakan senjata tajam jenis parang. Tak sampai disitu, merasa belum puas, salah satu tersangka juga menusuk perut korban.

Bahkan sebelum korban menghembuskan nafas terakhir, korban dipukul mengunakan balok kayu oleh pelaku ‘PO’ hingga korban tersungkur lalu tewas.

“Setelah itu, mayat korban dimasukan ke dalam karung yang sudah disiapkan untuk di buang ke Dasar Sungai Lematang”, terang Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk didampingi Kasat Reskrim, AKP Abdurrahman.

Menurutnya, karena sulitnya akses dan medan ke lokasi sungai serta para pelaku sempat beberapa kali jatuh. Akhirnya para pelaku membuang mayat korban yang sudah disimpan di dalam karung ke kebun karet milik warga (TKP). Adapun pelaku yang berperan membuang mayat korban, yakni tersangka Topan dan Mayen.

“Pertama, tersangka mau membuang mayat Sukirman Hatta ke Sungai Lematang, namum susahnya perjalanan menuju sungai dan sempat terjatuh tiga kali menuju lokasi yang direncanakan, akhirnya mayat korban dibuang disalah satu kebun warga Kelurahan Payuputat,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus pembunuhan ini berawal dari hasil penyelidikan anggotanya di lapangan usai menerima laporan warga dan sempat viral di media social (Medsos). Dari hasil lidik, diketahui sebelum korban dilaporkan hilang oleh istrinya, Ratih Purwasih (27), ke Mapolsek Prabumulih Barat, korban (suaminya) dijemput tersangka Panja dan Romsadi.

Baca Juga :   Petani di Muba Nyambi Jual Ekstasi

“Dari hasil interogasi dan pengembangan terhadap kedua tersangka ini, baru diketahui korban dihabisi para pelaku yang jumlah keselurahannya ada enam tersangka,” sebut Tito.

Diterangkan Tito, berdasarkan pengakuan para tersangka, rekan mereka berinisial ‘PO’ yang melakukan eksekusi terhadap korban Sukirman Hatta. Dalam kasus ini, kelima tersangka terancam dijerat pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, lebih subsider 170 KUHP ayat 3 Jo pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

“Karena pembunuhannya sudah direncanakan, terbukti ada tersangka lainnya membawa karung, pisau serta parang untuk menghabisi korban Sukirman Hatta,” ujarnya.

Kapolres mengimbau kepada tersangka ‘PO’ yang DPO agar segera menyerahkan diri.

“Kita imbau untuk segera menyerahkan diri seperti kelima temannya yang sekarang kita tahan guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (and)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyidik Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran Kejagung

Jakarta, KoranSN Penyidik menemukan fakta baru bahwa nama perusahaan cleaning service PT APM dipinjam oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.