Sukmawati Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Jalan

Sukmawati Soekarnoputri. (foto-net/vivanews.com)

jakarta, KoranSN

Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada umat Islam, terkait puisi kontroversialnya berjudul Ibu Indonesia. Meski sudah meminta maaf, beberapa pihak yang melaporkan ke Bareskrim, tetap meminta kasus hukum dugaan penodaan agama tetap diproses Polri.

“Pertama, ini bukan soal permintaan maaf. Tetapi, sebuah ujaran kebencian terhadap SARA dan yang kedua adalah penodaan agama, sehingga bagi kami perlu siapa pun orangnya, siapa pun pengujarnya harus diproses secara hukum,” kata kuasa hukum dari Forum Anti Penodaaan Agama (Fapa) Denny Ardiansyah Lubis di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Denny menegaskan, persoalan puisi Sukmawati adalah frasa yang diucapkan. Kata dia, hal tersebut bisa menjadi barang bukti dalam sebuah pelaporan.

“Pertama berkaitan dengan pembanding antara cadar dan kedua dengan dengan azan. Dua hal ini jelas dalam pasal 156 a upaya yang dilakukan bersangkutan terhadap syariat Islam,” jelasnya.

Menurut dia, penggunaan istilah syariat Islam, jelas menyinggung persoalan agama. “Karena, dia sudah tegas menyebutkan itu syariat islam, sehingga enggak bisa di pungkiri lagi, ini persoalan agama. Ada bahasa yang jelas, yang dia katakan,” paparnya.

Atas dasar itu, permintaan maaf Sukmawati terpisah dengan kasus pidana dugaan penodaan agama.

“Dan, Mabes Polri harus menindaklanjuti laporan ini, sampai ada kepastian hukum terhadap ujaran kebencian yang disampaikan beliau,” ujarnya.

Dari informasi, Bareskrim Polri sudah menerima sedikitnya laporan lima lembaga yang menggugat puisi Sukmawati. Pertama dari perwakilan Tim Pembela Ulama Advokat (TPUA), Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII), Forum Anti-Penodaan Agama (FAPA), Street Lawyer Jakarta, Persaudaraan Alumni 212. Kemudian, ada juga Pembela Imam Besar Habib Rizieq dan alumni 212 dan Forum Anti Penodaaan Agama (FAPA).

Baca Juga :   Siswi SD Dihukum Push Up Seratus Kali Gara-gara Nunggak SPP

Sebelumnya, sambil menangis, Sukmawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait puisi yang berjudul Ibu Indonesia yang di dalamnya menyinggung syariat Islam, cadar, dan azan.

“Saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia. Saya minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam,” ujar Sukmawati dalam konferensi pers di Cikini, Rabu (4/4/2018).

Ia menjelaskan puisi Ibu Indonesia yang dibacakan adalah sesuai dengan tema dari acara pagelaran busana yakni Cultural Identity, yang mana semata-mata pandangannya sebagai seniman dan budayawan dan murni merupakan karya sastra Indonesia.

“Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan Puisi Ibu Indonesia. Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya. Putri seorang Proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari Nahdlatul Ulama sebagai Waliyul Amri Ad Dharuri Bi Assyaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat yang kebijakan-kebijakannya mengikat secara de facto dengan kekuasaan penuh),” kata Sukmawati.

Ia menambahkan, puisi Ibu Indonesia adalah salah satu puisi yang ia tulis, yang menjadi bagian dari Buku Kumpulan Puisi Ibu Indonesia yang telah diterbitkan pada 2006. Puisi Ibu Indonesia ini ditulis sebagai refleksi dari keprihatinannya tentang rasa wawasan kebangsaan.

Baca Juga :   Lima Bakal Calon Bupati/Wakil BUpati Banyuasin Lolos Tes Kesehatan

“Dan saya rangkum semata-mata untuk menarik perhatian anak-anak bangsa untuk tidak melupakan jati diri Indonesia asli. Puisi itu juga saya tulis sebagai bentuk dari upaya mengekspresikan diri melalui suara kebudayaan sesuai dengan tema acara,” kata Sukma.

“Saya pun tergerakkan oleh cita-cita untuk semakin memahami masyarakat Islam Nusantara yang berkemajuan sebagaimana cita-cita Bung Karno. Dalam hal ini Islam yang bagi saya begitu agung, mulia dan indah. Puisi itu juga merupakan bentuk penghormatan saya terhadap Ibu Pertiwi Indonesia yang begitu kaya dengan tradisi kebudayaan dalam susunan masyarakat Indonesia yang begitu berbhinneka namun tetap tunggal ika,” kata Sukmawati.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada Anne Aventie dan keluarga. “Serta apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fashion designer Indonesia agar tetap berkreasi dan produktif,” kata Sukmawati. (viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Presiden Ingatkan Target Penurunan Gas Rumah Kaca Indonesia

Jakarta, KoranSN Presiden Joko Widodo mengingatkan target yang harus dicapai Indonesia untuk mengurangi emisi Gas …