Home / Politik dan Pemerintahan / Sumsel Masih Butuh 2,6 Ton Gula Per Tahun

Sumsel Masih Butuh 2,6 Ton Gula Per Tahun

Asisten I Setda Provinsi Sumsel Achmad Najib saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sumsel Herman Deru sekaligus membuka FGD di Hotel Swarna Dwipa Palembang. (foto-humas pemprov palembang)

Palembang, KoranSN

Pemprov Sumsel terus berupaya mewujudkan Sumsel sebagai daerah swasembada gula sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Saat ini, Sumsel masih kekurangan 2,670 ton/tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan gula.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Pemprov. Sumsel, DR H Achmad Najib, ketika membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Dukungan Swasembada Gula, Budidaya dan Sistem Panen Tebu Perkebunan Tebu di Sumsel”, bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Kamis (10/1/2019).

“Komitmen kita dalam mewujudkan Sumatera Selatan lumbung pangan tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat swasembada pangan. Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung kontribusi, berproduksi gula guna mewujudkan swasembada gula nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut DR H Achmad Najib menambahkan, sekarang ini ada empat perusahaan perkebunan tebu yang beroperasi di Sumatera Selatan yakni PTPN7 Cinta Manis, PT Laju Perdana Indah (LPI), PT Pratama Nusantara Sakti dan PT Pemuka Sakti Manis Indah. Namun untuk pabrik gula yang telah beroperasi saat ini ada dua yakni PTPN7 Cinta Manis dan PT LPI.

Baca Juga :   Kodam II/SWJ Kembali Gelar Sidang Percepatan Kasus Narkoba 9 Oknum Prajurit

“Namun ada diantaranya dari empat perkebunan itu yang lokasi kebun tebunya masuk dalam wilah Provinsi Lampung. Diharapkan pada tahun 2019 ini akan segera beroperasi pabrik gula PT Pratama Nusantara Sakti,” tambahnya.

Terkait dengan produksi gula di dua pabrik yang telah beroperasi PTPN7 Cinta Manis dan PT LPI sepanjang tahun 2018 lalu sebesar 77.670 ton. Sementara itu konsumsi gula Sumsel sebesar 79.002 ton/tahun. Kondisi tersebut sedikit terjadi kekurangan produksi untuk memenuhi kebutuhan gula di Sumsel yakni sebesar 2,670 ton/tahun.

“Kita harapkan dengan beroperasinya pabrik gula PT Pratama Nusantara Sakti pada tahun 2019 ini. Akan dapat mencukupi kebutuhan gula sendiri bahkan berkontribusi dalam mewujudkan swasembada gula, nasional,” ujarnya sembari menyebutkan produksi gula nasional pada tahun 2018 lalu baru mencapai 2,14 juta ton. Sementara kebutuhan gula nasional mencapai 6,8 ton.

Baca Juga :   Gubernur Herman Deru Titip Citra Sumsel ke Bawaslu

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Fakhrurrozi Rais dalam laporannya menyebutkan tujuan digelarnya FGD, untuk mendukung pencapaian swasembada gula nasional, juga untuk menghidupkan iklim investasi di subsektor perkebunan khususnya tebu dilahan marginal, rawa basa di Sumsel. Disamping itu tujuan FGD adalah mengkaji teknologi budidaya tebu dan system penen tebu yang tepat untuk di terapkan di Sumsel.

“Melalui FGD ini kita harapkan akan medapatkan kesimpulan yang bermanfaat dalam mengatasi semua kendala dibidang perkebunan tebu di Sumsel,” tambahnya.

Dia merinci beberapa lahan tebu di Sumsel merupakan lahan basah atau rawa dan lebak. Bukan lahan gambut, lahan berkontur tidak rata atau bergelombang. Sehingga sangat sulit penen menggunakan alat mesin panen secara mekanis. (awj)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru Bantu Korban Kebakaran di Kenten Laut

Palembang, KoranSN Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Hj ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.