Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Sumsel Tambah Angkutan Batubara Via Sungai

Gubernur Sumsel meninjau transportasi sungai pengangkut batubara. (foto-humas pemprov)

Lahat, KoranSN

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Febrita Lustia Deru dan Duta Literasi Provinsi Sumsel, Percha Leanpuri menghadiri Soft Launching Transportasi Sungai dan Peresmian Terminal Batu Bara Muara Lawai, di Desa Muara Lawai Kabupaten Lahat, Kamis (11/4/2019).

Gubernur H Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada Bima Citra Group dalam hal ini PT Batubara Mandiri atas dipilihnya Provinsi Sumsel sebagai tempat pembangunan Terminal Batubara dan Transportasi Sungai.

Dimana menurutnya, jalur ini kedepan akan menambah pilihan jalan keluar khususnya batubara dan dapat lebih memperkuat lagi posisi Provinsi Sumsel sebagai lumbung energi.

“Ini adalah inovasi transportasi yang luar biasa, memindahkan trafic di darat ke air yang akan mengurangi lalu lintas harian di jalan raya. Karena kita sudah mengalami kepadatan jumlah kendaraan, maka inisiatif dari perusahaan PT Batubara Mandiri patut kita syukuri, dimana ini angkutan yang paling ramah dan paling murah,” ungkapnya.

Baca Juga :   1000 Peserta Ikuti Turnamen MAN 1 Paba Cup ke-8

Herman Deru juga menghimbau PT Batubara Mandiri untuk memperhatikan tenaga kerja yang lebih diutamakan adalah tenaga kerja lokal. Selain itu pula tidak luput perhatian yakni masalah lingkungan sekitar.

“Pesan saya mohon perhatikan masalah tenaga kerja utamakan lokal, yang kedua masalah lingkungan terutama lingkungan hidup, karena alam ini milik anak cucu kita, kita ini hanya mengelola saja pada akhirnya anak cucu kita yang akan berhak memilikinya. Kemudian perusahaan ini jangan main-main kalau sampai lingkungan ini tidak terjaga, saya cabut izinnya,” terangnya

Menurut HD, peresmian ini beriringan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel mengeluarkan produk kebijakan berupa pelarangan penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara melalui Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 74 Tahun 2018, tentang pencabutan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 23 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengangkutan Batubara melalui jalan umum.

“Dengan adanya pelarangan tersebut, angkutan batubara yang semula melewati jalan umum, dialihkan ke Jalan Khusus Batubara milik PT. Servo Lintas Raya sepanjang 113 Km menghubungkan ke Terminal Khusus Batubara yang ada di Muara Lematang Kabupaten PALI. Sehingga aktivitas masyarakat sebagai pengguna jalan umum tidak terganggu dengan adanya angkutan batubara yang melintas seperti yang terjadi sebelumnya,” tambahnya.

Baca Juga :   Tahun Ini di OKI Tak Ada Santunan Kematian

Sebelum dilakukan soft launching kata suami dari Febrita ini, telah dilakukan penelitian yang sederhana mulai dari debit air, durasi waktu saat loading dan bongkar, sebab hal itu juga diperhitungkan.

“Dalam soft launching ini saya sebut pelayaran perdana yang masih harus banyak dilengkapi. Saya melihat di sekitar sini ada masyarakat, maka butuh bantuan pamong desa, Pak Camat juga bimbingan Bupati Lahat maupun Muara Enim. Mudah-mudahan, apa yang dihasilkan alam Provinsi Sumsel dapat dijadikan sesuatu yang produktif tapi tetap ramah terhadap lingkungan juga ramah terhadap alam ini,” pungkasnya. (rob)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sambangi Desa Nusa Bali, HD Minta Warga Pertahankan Ukhuwah

Belitang, KoranSN Dalam rangkaian lawatannya ke Kabupaten OKU Timur, Kamis (27/2/2020) siang Gubernur Sumsel H.Herman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.