Home / Lacak / Sumur Minyak Illegal di Muba Ditutup Polres dan Tim Terpadu

Sumur Minyak Illegal di Muba Ditutup Polres dan Tim Terpadu

Suasana penutupan sumur minyak ilegal di Muba. (Foto-foto/Sumantri/Koransn)

Sekayu, KoranSN

Menindaklanjuti instruksi Presiden RI melalui Kementrian ESDM RI dan Kementrian Polhukam RI, Rabu (22/11/2017) Polres Musi Banyuasin (Muba) bersama Tim Terpadu menutup 20 sumur minyak illegal di Kelurahan Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman Musi Banyuasin (Muba).

Selain itu petugas juga mengambil alih sumur minyak illegal yang berada di wilayah pertambangan PT Pertamina EP Asset I Field Ramba Kelurahan Mangun Jaya.

Dengan adanya eksekusi penutupan sumur minyak tersebut, rela tidak rela masyarakat yang selama ini mengelola sumur itu hanya bisa terpaku diam saat melihat aparat menutupi sumur-sumur sumber penghasilan minyak tersebut.

Kapolres Muba, AKBP Rahmat Hakim SIK mengatakan rasa syukurnya atas keberhasilan serta kerjasama yang solid dari Tim Terpadu ditambah kerjasama masyarakat setempat, sehingga proses penutupan sumur minyak illegal berjalan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun.

Walau demikian, kata Kapolres, meski tambang dicap illegal namun peralatan milik warga seperti steger tidak ikut dibongkar. Hal ini dikarenakan barang-barang tersebut merupakan milik warga.

“Kita fokus penutupan dititik sumur yang kita sepakati yakni, 3 titik jadi jumlahnya 20 sumur, kalau untuk peralatannya kita bahas kembali jangan sampai kita bongkar nanti warga marah, kita maunya warga sendiri yang membongkarnya,” katanya.

Masih dikatakan Kapolres, seandainya kedepan ada warga yang membuka kembali sumur yang telah ditutup maka pihaknya akan melakukan proses secara hukum, karena itu sudah masuk ranah pidana.

“Pasca ditutupnya sumur-sumur minyak ini kita lakukan patroli, bila ada yang berani buka kita akan ambil sanksi tegas,” tandas Kapolres.

Sementara Manajer Pertamina EP Asset I Field Ramba, Agus Amperianto menjelaskan, penutupan sumur minyak berlangsung dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Dalam penutupan tersebut Tim Terpadu dibagi tiga yang terdiri dari; tim 1 bertugas menutup sumur minyak di lokasi, MJ 01, MJ 04, MJ 65, MJ 58, MJ 34, MJ 72, MJ 73, dan MJ 35. Selanjutnya tim 2 menutup sumur minyak di lokasi, MJ 21, MJ 13 MJ 78, MJ 55, MJ 60 dan MJ 71.

Sedangkan tim 3 bertugas menutup sumur minyak di lokasi, MJ 75, MJ 69, MJ 100, MJ 76 dan MJ 44, dengan total selesai 20 sumur.

Agus mengakui, dalam penutupan sumur minyak tersebut tersebut pihaknya memang mengalami sedikit halangan dan hambatan, seperti clearing lokasi sumur, peralatan steger dan peralatan lainnya yang belum dibersihkan oleh warga.

“Kita dari anggota Tim Terpadu melakukan pengambil alihan sumur minyak illegal dan menunda pembersihan alat,” paparnya.

Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, hanya bisa melihat sumur minyak yang selama ini untuk kebutuhan keluarga sehari-hari ditutup oleh aparat kepolisian dan TNI.

“Kami tidak berani untuk melawan, banyak senjata, kami takut,” kata bapak pengelola minyak ini. (tri)

Tampak personil kepolisian melakukan pengamanan saat penutupan sumur minyak ilegal di Muba.

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Oknum PNS di Lahat dan Penjaga Malam Tertangkap Kasus Narkoba

Lahat, KoranSN Aparat kepolisian Sat Res Narkoba Polres Lahat, Selasa (12/12/2017) pukul 20.00 WIB menangkap ...

error: Content is protected !!