Sungai Rupit Pasang, Banyak Ikan Mabuk dan Kayu Hanyut

Tampak kayu-kayu yang hanyut dari hulu sungai. (foto-ist)

Muratara, KoranSN

Masyarakat di sekitaran Sungai Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dikejutkan dengan banyaknya kayu yang hanyut dari hulu yang tak berkulit.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (10/12/2019) sekitar pukul09.30 Wib. Kayu yang hanyut dari hulu Sungai Rupit tiba-tiba banyak kulitnya terkelupas alias tak berkulit lagi.

Salah satu warga Desa Noman, Kecamatan Rupit, Zul menuturkan sekitar pukul 09.30 Wib, dirinya sangat terkejut melihat kayu-kayu yang hanyut di aliran Sungai Rupit banyak yang tidak ada kulitnya lagi.

“Dari seberang sini (Noman) sampai ke seberang sana (Noman Baru) sungai ini (Sungai Rupit) dipenuhi kayu-kayu yang tidak ada kulitnya,” katanya.

Zul mengaku, sangat heran dari mana asal kayu-kayu yang hanyut tersebut hingga tidak ada kulitnya lagi.

Baca Juga :   Pagaralam Siap Lahan, Pusat dan Provinsi Dana

“Saya sangat heran sekali dari mana kayu kayu tersebut berasal, yang lebih mengherankan saya adalah hampir suruh kayu kayu yang hanyut di sungai terkelupas semua kulitnya,” ceritanya.

Ia menduga kejadian tersebut ada tebing atau bukit dihulu sungai Rupit telah terjadi longsor yang diakibatkan hujan deras.

“Dugaan saya, asal kayu-kayu yang tidak ada kulitnya itu dari bukit atau tebing yang longsor,” ujarnya.
Selain itu, kata Zul, banyak masyarakat disini yang mendapati ikan-ikan mabuk karena air keruh.

“Hari ini banyak warga yang mendapati ikan yang mabuk disebabkan airnya sangat keruh dan berlumpur,” terangnya.

Hal yang sama dikatakan Acen, warga Desa Batu Gajah Baru, Kecamatan Rupit. Ia menuturkan, banyak kayu-kayu yang hanyut di Sungai Rupit dan kulitnya terkelupas.

Baca Juga :   Lapas Tebing Tinggi Belum Terima Kunjungan

“Sungai ini dipenuhi kayu-kayu seperti itu, saya tidak tahu penyebabnya apa,” kata Acen.

Selain itu lanjut Acen, banyak juga warga Desa Batu Gajah Baru yang mendapati ikan-ikan di sungai stres yang disebabkan keruhnya air Sungai Rupit.

Saking keruhnya air sungai ini, banyak warga yang mendapati ikan yang mabok karna disebabkan oleh air sungai yang sangat kental (berlumpur),” tutupnya. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tak Cukup Sosialisasi Protokol Kesehatan, Pemerintah Diharap Terapkan Disiplin Covid-19

Muaradua, KoranSN Pemerintah senantiasa mensosialisasikan dan menganjurkan ke masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.