Tak Hadiri Panggilan, Polda Sumsel Akan Terbitkan DPO dan Jemput Paksa Pimpinan Abu Tours

Tampak Kantor Abu Tours Cabang Palembang di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (21/3/2018) menegaskan, penyidik akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) serta surat pemanggilan disertai penjemputan atau jemput paksa kepada pimpinan Abu Tours pusat dan pimpinan Abu Tours Palembang.

Diungkapkan Kapolda, hal itu dilakukan lantaran sudah dua kali surat panggilan dilayangkan akan tetapi keduanya tidak menghadiri panggilan penyidik Polda Sumsel.

“Kalau dua kali tidak hadir maka akan dibuatkan surat panggilan disertai membawa serta diterbitkan DPO nya,” kata Kapolda.

Masih dijelaskan Kapolda, pihaknya berharap pimpinan Abu Tours dapat menghadiri panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan guna mengungkap dugaan kasus penipuan keberangkatan calon jamaah umroh yang terjadi di Sumsel.

“Mereka harus bertangungjawab atas perbuatannya. Makanya harus hadir jika dipanggil,” tegas Kapolda.

Lanjut Kapolda, hingga saat ini penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel masih terus melakukan penyelidikan dugaan kasus tersebut.

“Ya, penyelidikannya masih terus dilakukan,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Baca Juga :   Pakar Hukum Minta Pelaku Korupsi Bansos COVID-19 Dijerat Hukuman Mati

Pemasangan garis polisi dilakukan menindaklanjuti laporan para calon jamaah umroh ke Polda Sumsel dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dimana dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57), warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini, Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 02.30 WIB, penyidik Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel telah melakukan penggeladahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang.

Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita satu bungkus plastik berisikan berkas guna kepentingan penyelidikan. Usai digeledah, Kamis pagi (1/3/2018) Kantor Abu Tours Cabang Palembang kembali dibuka dan beroprasional. Dibukanya kantor ini karena pihak Abu Tours berjanji akan memberangkatkan para calon jamah umroh.

Baca Juga :   Isteri Mantan Manager Mitra Ogan di OKU Tewas Bersimbah Darah

Sebelumnya Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro mengungkapkan, dalam dugaan kasus ini Polda Sumsel telah menemukan unsur pidana dugaan penipuan keberangkatan calon jamaah umroh yang diduga dilakukan pihak Abu Tours. Unsur pidana tersebut ditemukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan sejumlah saksi serta memeriksa berkas-berkas, yang talah disita dari Kantor Abu Tours Palembang.

“Jadi, kami telah menemukan unsur pidana dugaan penipuan yang diduga dilakukan Abu Tours hingga megakibatkan para calon jamaah belum diberangkatkan umroh. Unsur pindana ini kami temukan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah berkas yang sebelumnya telah kami sita. Meskipun demikian, untuk tersangkanya belum ditetapkan karena penyidik masih akan memeriksa saksi dan akan melakukan gelar perkara,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mantan Pejabat Kemenkes Didakwa Rugikan Negara Hingga Rp14,139 Miliar

Jakarta, KoranSN Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Bambang Giatno Rahardjo didakwa melakukan korupsi dalam …