Home / Nasional / Takut Harta Diusut, Orang Kaya RI Simpan Uang di Swiss dan Singapura

Takut Harta Diusut, Orang Kaya RI Simpan Uang di Swiss dan Singapura

uang-premi

Jakarta, SN

Pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak untuk orang Indonesia yang selama ini menyimpan uangnya di luar negeri. Rencananya, kebijakan tersebut akan diluncurkan September 2015.

Pemberlakuan tax amnesty dilakukan, karena banyak orang Indonesia yang menyimpan uangnya di negara lain, seperti Swiss dan Singapura. Uang tersebut diharapkan dibawa pulang kembali ke Indonesia.

“Selama ini lihat dari berbagai riset perusahaan asing, mereka mentaksir uang orang Indonesia di Singapura angkanya besar Rp 4.000 triliun, di Swiss juga cukup besar nilainya. Nggak mau dibawa pulang karena takut diusut,” ungkap Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Ditjen Pajak, Mekar Satria Utama, kepada detikFinance, Jumat (22/5).

Baca Juga :   Status VA dan AS Saksi Korban

Menurut Mekar, orang kaya tersebut takut membawa pulang uangnya, karena harus membayar pajak yang menjadi tunggakan selama ini. Kemudian juga dikhawatirkan diusut asal usulnya.

Dengan begitu, dalam paket tax amnesty disusun beberapa poin, yaitu penghapusan tunggakan pokok pajak, sanksi administrasi, dan atau pidana pajak atas ketidakpatuhan yang telah dilakukan oleh wajib pajak di masa lalu.

“Ada penghapusan sanksi pidana itu karena atas penghasilan. Kita nggak tahu dari kegiatan illegal logging atau hasil dari korupsi. Maka rencananya nanti pidana umum lainnya akan dihapuskan. Kita juga tidak akan mengusut asal usulnya, kalau nggak mereka takut, nggak mau pulang,” paparnya.

Baca Juga :   KPU Minta Pembahasan Kasus Meninggalnya Petugas KPPS Tidak Berlarut-larut

Pada mekanismenya, wajib pajak tetap diharuskan membayar tebusan yang diperkirakan sekitar 10%. Aturan ini menjadi usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan diwujudkan dalam bentuk Undang-undang (UU).

“Harap digarisbawahi bahwa ini agak spesifik, karena ditujukan wajib pajak untuk pribadi dan badan yang memiliki penghasilan aset yang ada di luar negeri,” ungkap Mekar.(mkl/dnl)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

70 Korban Selamat KM Santika Tiba di Surabaya

Surabaya, KoranSN Sebanyak 70 korban selamat dari Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.