Taman Kota Jangan ‘Asal Ado’

Tampak ribuan tanaman yang menghiasi taman kota di simpang lima DPRD Provinsi kondisinya layu dan mulai kering. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Menjadikan Tampilan wajah Kota yang indah, rapi dan menarik adalah dambaan pemerintah serta warganya, apalagi yang tepat di pusat keramaian atau lalulintas masyarkat.

Akan tetapi, semua itu, baik dalam perencanaan, pelaksanaan juga hasil kreatifitasnya butuh keseriusan maupun penanganan skill yang terampil di bidangnya.

Ironisnya, kondisi yang seperti dipaparkan di atas tidak terlihat dalam penataan pembangunan taman Kota persis di depan Gedung DPRD Provinsi simpang Lima jalan kapten A Rivai disudut jalan Radial kota ini.

Padahal lokasi itu sangat sering sekali dilalui oleh keramaian warga, ragam kendaraan dan sudah berlangsung tergolong lama keberadaan “Aksesoris” keindahan untuk pertamanan kota.

Publik, elite beserta Pemerintah Kota ini cuek alias tak peduli dengan kondisinya hingga saat ini, bukan keindahan, kesegaran juga kerapian yang diperoleh, akan tetapi malah sebaliknya; keburaman, kekumuhan dan kesan “asal ado” yang terpampang.

Baca Juga :   HD Minta Petro Muba Tekan Penjualan Minyak Ilegal
Bagindo Togar.

Padahal berapa anggaran yang terbuang percuma untuk membangun merangkai aksesoris taman kota tersebut. Bagaimana tanggung jawab dinas/OPD Pemko terkait proyek penataan pertamanan ini? Sepantasnya, pejabat atau instansi Pemko, sebelum mengerjakannya, dituntut untuk melibatkan ahli landscape dan ahli tanaman yang memiliki kompetensi memadai, bukan sekedar berkemampuan “apo adonyo” yang menghasilkan bangunan kerja “asal asalan” yang menghabiskan anggaran tak sesuai dengan capaian maupun tujuannya.

Atau bila memang tidak faham, sungkan dan tidak sanggup membangun fasilitas taman yang alami, rangkai penggunaan aneka tanaman plastik yang tak perlu disirami pagi maupun sore hari, cukup disiram sekali seminggu untuk membersihkannya dari serbuan debu jalanan kota.

Baca Juga :   HD: Tak Perlu Merayu Saya Datang ke BPS

Akhirnya, sekedar mengingatkan masyarakat maupun para pejabat kota ini, selayaknya untuk extra peduli dengan beragam fungsi serta eksistensi pembangunan varian fasilitas umum (Fasum) kota tercinta ini,

“… Bicaralah bila Kata kata dibutuhkan, rencanakan bila itu diperlukan serta kerjakan bila dipahami juga diperkenankan”.

Bagindo Togar Bb/ Pemerhati Politik/ Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tokoh Masyarakat Musi Rawas Dukung Ramah-Berarti

Palembang, KoranSN Nazaruddin Hasan SH, Tokoh Masyarakat Kabupaten Musi Rawas pulang ke kampung kelahirannya di …